Tunggangi Motor Berbobot 126 Kg, Jokowi Telusuri Perbatasan Kalimantan - TULARIN --> >

19 Desember 2019

Tunggangi Motor Berbobot 126 Kg, Jokowi Telusuri Perbatasan Kalimantan

Tunggangi Motor Berbobot 126 Kg, Jokowi Telusuri Perbatasan Kalimantan


Tularin.com | Nunukan - Meskipun berstatus sebagai seorang kakek dengan tiga cucu, dan kini berusia 58 tahun, sosok Joko Widodo (Jokowi) masih cukup tangguh mengendarai motor Kawasaki W175 modifikasi gaya tracker. Ini dibuktikan dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Kalimantan Utara, Kamis (19/12/2019).

Kemampuan Jokowi dalam mengendarai kendaraan roda dua yang memiliki bobot 126 kg tersebut teruji ketika ia menelusuri jalanan trans-Kalimantan, dari Bandara Yuvai Semaring.

Dilaporkan, Presiden Jokowi mengendarai sendiri roda dua miliknya sejauh 11 km. Baginya, ada kesan berbeda ketika berada di satu tempat yang ditempuh dengan sepeda motor dibandingkan mengandalkan mobil. Itulah kenapa, alih-alih menikmati mobil ber-AC, Jokowi lebih memilih untuk menunggangi roda dua.

Menurutnya, ada sensasi sendiri ketika berkeliling ke daerah dengan menggunakan sepeda motor. "Ya, bisa merasakan betul (sensasi sebuah tempat) kalau pakai kendaraan (roda dua)," kata RI-1 tersebut. "Kalau pakai mobil, rasanya akan berbeda--dibandingkan menggunakan sepeda motor."

Tampaknya Jokowi ingin melihat lebih jelas sejauh mana perkembangan salah satu kawasan yang juga merupakan daerah perbatasan dengan Malaysia itu.

Selain ia bisa menjajal sendiri jalan dan kondisi riil daerah tersebut, Jokowi mengaku mendapatkan gambaran lebih jelas tentang kondisi daerah perbatasan.

Maka itu, Presiden Jokowi pun terlihat semringah dan bangga melihat perkembangan kawasan perbatasan ini. "Tinggal penyelesaian-penyelesaian. Ini sudah pengerasan. Tadi ada yang masih tanah akan segera pengerasan. Aspal masuk, sudah mulus semuanya," Jokowi menggambarkan kesannya setelah menjajal jalanan daerah tersebut.

Sebagai catatan, sejauh ini jalan perbatasan yang sudah terbangun mencapai 966 kilometer. Namun ia berharap agar penyelesaian jalan di daerah ini dapat dipercepat.

"Ini adalah garis batas antara Inodnesia dan Malaysia," komentar Jokowi, menjelaskan alasan kenapa perlu memberikan perhatian ekstra untuk infrastruktur di kawasan ini. "Nunukan, dan di sebelah sana, Sarawak. Kita harapkan nanti jalan-jalan yang sedang kita kerjakan ini akan segera kita selesaikan."

Ia juga menegaskan bahwa perhatian atas daerah perbatasan baginya adalah sesuatu yang penting, terutama untuk memastikan konektivitas atau keterhubungan antardaerah. Sebab, ia menilai, dengan konektivitas inilah maka peluang untuk peningkatan ekonomi masyarakat di daerah akan semakin terbuka lebar dan semakin membaik.

"Infrastruktur menghubungkan antara kabupaten dengan kabupaten sehingga ekonomi akan bisa berjalan karena ada mobilitas orang, mobilitas barang, mobilitas komoditas," kata Presiden Jokowi lebih jauh.

Di sisi lain, mantan wali kota Solo dan gubernur DKI Jakarta tersebut juga menggarisbawahi bahwa pemerintahannya di bawah kepemimpinannya tidak semata-mata mengejar infrastruktur semata. Sebab, dalam lima tahun ke depan, persoalan pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus pemerintah.*** (R1)

Editor: Zulfikar Akbar

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved