Perguruan Tinggi Jadi Sentral Pertumbuhan Startup - TULARIN >

07 September 2019

Perguruan Tinggi Jadi Sentral Pertumbuhan Startup

Perguruan Tinggi Jadi Sentral Pertumbuhan Startup


Tularin.com | Tangerang - Beberapa universitas Indonesia menjadi partner Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk program bertajuk Digital Talent Scholarship (DTS).

Hal itu juga disinggung oleh Menteri Kominfo Rudiantara, Jumat (6/9/2019). Saat tampil berbicara di acara Indonesia Writers Festival 2019 di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, ia menyebutkan bagaimana perguruan tinggi di luar negeri pun menjadikan kampus sebagai pusat pertumbuhan startup.

"Salah satu ekosistem tumbuhnya startup itu adalah universitas, perguruan tinggi," kata Rudiantara. "Di mana-mana di dunia begitu."

Terkait program DTS sendiri, menurutnya, menjadi salah satu contoh pertumbuhan ekosistem startup di Indonesia. Maka itu pemerintah melalui Kemkominfo menggandeng beberapa universitas ternama sebagai partner.

Menurutnya, sejauh ini sudah ribuan alumni lahir dari program tersebut. "Program DTS telah melahirkan ribuan alumni, diharapkan menjadi salah satu wujud pertumbuhan startup di kalangan milenial," Rudiantara menambahkan.

Ia juga menunjukkan bagaimana negara-negara lain bekerja sama dengan pihak kampus untuk menciptakan ekosistem atau talenta milenial. Sebut saja Universitas Stanford hingga ke kampus-kampus di India dan Tiongkok.

"Di Tiongkok, bukan hanya perguruan tinggi, tapi ekosistem inkubator, akselerator, dan lain sebagainya," ia memberikan contoh.

Rudiantara juga menegaskan bahwa startup memang lebih merepresentasikan koperasi, bukan korporasi. "Karena startup itu pada umumnya berpikir kolaborasi, memanfaatkan ekosistem," ujar dia. "Startup tidak seperti tukang bakso yang melakukan A sampai Z sendiri."

Lebih lanjut ia juga menjelaskan kenapa koperasi lebih meyakinkan untuk startup dibandingkan korporasi.

"Kalau korporasi itu juga pendekatannya adalah kuat-kuatan modal. Sedangkan startup lebih kepada koperasi, kerjasama. Kolaborasi memanfaatkan ekosistem," ia menggarisbawahi. "Jadi, tidak semuanya dilakukan oleh Kominfo, justru yang dilakukan orang lain itu menjadi bagian ekosistem kita." (Ed)

Editor: Zulfikar Akbar

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved