Meramal Dunia Sains: Ke Masa Depan atau Masa Lalu? - TULARIN >

16 Juli 2019

Meramal Dunia Sains: Ke Masa Depan atau Masa Lalu?

Meramal Dunia Sains: Ke Masa Depan atau Masa Lalu?


Dunia kedokteran ke depan akan lebih banyak bergantung di tangan fisikawan ketimbang ahli biologi. Bahkan ahli biologi pun, mau tidak mau, harus memperdalam pengetahuannya tentang fisika. Dengan catatan, kalau ingin menukik lebih dalam ke biologi molekuler.

Kemajuan teknologi bukan dihasilkan dengan pengulangan pendapat-pendapat lama, tapi karena adanya bedes-bedes yang berani mengajukan pendapat-pendapat baru.

Pengulangan pendapat-pendapat lama tidak akan mengantar kita pada kemajuan, tidak hanya jalan di tempat, mungkin malah kembali kembali ke zaman lampau.

Nah, seberapa berani kita bertanya tanpa dikungkung oleh batasan-batasan yang kita buat sendiri? Dan, seberapa dalam kita berani menjawabnya?

Biologimolekuler misalnya, meskipun dasarnya juga biologi, tapi perspektifnya sama sekali baru. Ia  lahir dari inovasi--bid'ah, bahasa arabnya

Dengan biologimolekuler, yang maju pesat 50 tahun terakhir ini, genetika bisa mengungkap bagaimana cara gen mewariskan informasi dari generasi ke generasi

Bahkan biologimolekuler sangat "berjasa" mendorong teori seleksi alam Darwin jadi lebih superior

Kajian genetika menunjukkan hal ini. Tanpa biologimolekuler mustahil kita bisa menguak, bagaimana penguasa-penguasa genetik yang bersemayam dalam inti sel mengatur kehidupan kita. Selain, juga untuk masuk ke dunia biologi molekuler akan mustahil tanpa ilmu fisika yang lebih dalam

Di setiap sel organisme, tidak terkecuali manusia, terdapat inti sel yg disebut nukleus. Di dalam nukleus terdapat seperangkat genom.

Dalam genom inilah "gerombolan" gen-gen yang mahakuasa (dan sejauh ini mereka immortal) mengatur kehidupan tiap individu organisme.

Seperti pada organisme lain, Homo Sapiens punya genom yang terdiri dari sepasang kromosom , kecuali pada sperma dan sel telur,  hanya punya separuh pasangan.

Kecuali pada sel darah merah, di dalamnya tak ada genom, karena sel darah merah tidak mempunyai nukleus (inti sel).

Pada bedes sapiens setiap genomnya terdapat 23 pasang kromosom. Di setiap kromosomnya ada ribuan gen yang didalamnya berisikan instruksi-instruksi genetik.

Informasi yang berada dalam gen pada dasarnya merupakan  instruksi "petunjuk pelaksanaan" dan "petunjuk teknis" membuat suatu protein.

Istilah mutasi, awalnya digunakan untuk menggambarkan semua perubahan acak. Di era genetika  mutakhir seperti sekarang, definisinya jadi lebih jelas.

Mutasi tak hanya merujuk pada kondisi yang disebabkan "kesalahan kecil" tehadap DNA. Melainkan, bisa juga keseluruhan kromosom hilang atau tergandakan.

Mutasi yang berupa "kesalahan" besar, akan menghasilkan perubahan besar pada cara-cara sel bekerja, sehingga sangat berbeda dengan sel induknya.

Tapi mutasi yang terlalu besar akan bersifat lethal, keturunan yang dihasilkan tidak bisa bertahan hidup. Setiap kodon (kode genetik; red) dibentuk oleh 3 dari 4 basa yang  ada. Mutasi bisa terjadi di setiap kodon.

Secara umum mutasi tidak membahayakan hidup organisme, asalkan tidak terlalu besar persentasenya. Kalau terlalu besar, ya itu tadi, lethal alias matilah keturunan yang dihasilkan.

Sebagai contoh, pada Homo Sapiens mutasi yang terjadi umumnya mencapai 100 kodon tiap generasi, sedangkan pada genom manusia ada kira-kira satu miliar kodon.

Maka itu pengaruh mutasi pada setiap generasi umumnya tidak banyak. Kalau terlalu banyak mutasi bisa merupakan kesalahan yang mematikan.

Jadi, ya, jangan mengkhayal ada bedes mutant bisa jadi X-men

Ya nggak gitu juga cara maen mutasi jaenaaaal!

Ada beberapa pengecualian yang perlu diperhatikan:

1. Tidak semua gen terdapat dalam kromosom utama, sebagian kecil berada di mitochondria

2. Tidak semua gen disusun DNA, bbrp adlh RNA contoh:virus. 

3. Tidak semua gen adalah resep untuk protein, ada yang ditranskrip jadi RNA saja.

4. Tidak smua reaksi dikatalisasi oleh protein, sebagian oleh RNA.

5. Tidak semua protein berasal dari gen tunggal, ada yang gabungan beberapa buah gen.

6. Tidak semua DNA mengekspresikan gen. Kebanyakan hanyalah urutan yang acak/berulang tanpa aturan dan tidak pernah ditranskrip, disebut junk DNA.

Tapi, mutasi pun bukanlah satu-satunya sumber sifat baru dalam biologis. Perkawinan faktor-faktor yang sudah ada sama produktifnya dengan penggantian faktor-faktor baru.

Populasi secara keseluruhan adalah sumber variasi sifat-sifat biologis yang tidak ada habisnya, meski seandainya (ini seandainya) tidak ada mutasi.

Tanpa mutasi pun, penyusunan kembali genotip (faktor-faktor genetika) yang berjalan dengan bantuan reproduksi seksual, merupakan sumber varian-varian baru.

Nah, sejauh ini kajian biologi molekuler genetika telah banyak membantu menjelaskan detail terkait seleksi alam pada teori evolusi Suhu Darwin. Ya sudah, gitu aja.***

Penulis: Dr Roslan Yusni (Ryu Hasan) Sp. BS
Editor: Zulfikar Akbar

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved