Suara Pekerja Media dan Langkah Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta - TULARIN >

22 Mei 2019

Suara Pekerja Media dan Langkah Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta

Suara Pekerja Media dan Langkah Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta

Tularin | Jakarta - Badan penghubung pemerintah daerah dengan pemerintah pusat bukan sekadar pelengkap. Lembaga tersebut menjadi duta daerah yang juga memiliki peran untuk warga dari daerah yang berkarier di ibu kota.

Itulah yang ditegaskan oleh kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) Almuniza Kamal, Senin (20/5/2019).

Almuniza hadir di tengah para wartawan yang berasal dari Aceh, di Fakultas Kopi, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Beberapa jurnalis seperti Fikar W Eda (Serambi Indonesia), Murizal Hamzah, Zulfikar Akbar (Tularin), Jaka Rasyid (Dialeksis), Mustafa Ismail (Tempo), dan puluhan wartawan lainnya terlibat diskusi dengan utusan Pemerintah Aceh tersebut.

Menurut Almuniza ada beberapa perkembangan yang dilakukan lembaganya, BPPA, akhir-akhir ini. Ia melakukan kebijakan yang tak hanya mengesankan sebagai perwakilan pemerintah daerah saja, namun juga memastikan perhatian terhadap warga Aceh di Jakarta.

Beberapa kebijakan dilahirkan lembaganya adalah adanya program rumah singgah untuk warga Aceh, database penduduk Aceh di Jakarta, hingga pemulangan jenazah warga asal daerah tersebut.

"Program tersebut sudah berjalan," kata Almuniza. "Untuk itu, kami meminta bantuan kepada seluruh kawan-kawan media baik cetak dan elektronik untuk mengabarkan kegiatan ini, agar program ini sampai kepada yang membutuhkan."

Terkait rumah singgah, Almuniza juga mengajak seluruh wartawan yang hadir, supaya dapat  menggunakan fasilitas rumah singgah jika ada keluarga yang tengah berobat di Jakarta.

Selain itu, Almuniza juga berharap para wartawan mempermudah untuk memberikan database mereka jika nanti petugas dari BPPA datang kepada mereka untuk melakukan pendataan.

"Aplikasi ini nantinya untuk mempermudah masyarakat Aceh di perantauan khususnya di Jabodetabek dan sebaliknya, dengan tujuan membangun koneksi antara Aceh dan Jabodetabek," ujarnya.

Fikar W Eda yang merupakan wartawan paling senior di antara para peserta turut menyampaikan harapannya agar Kantor BPPA juga bisa memayungi wartawan. "Paling tidak, jika sedang kelelahan dan berkunjung ke sana, bisa mengerjakan pekerjaannya di sana. Atau, di saat-saat mendesak, bisa digunakan wartawan Aceh untuk istirahat," kata dia.

Selain itu, wartawan sekaligus seniman asal Aceh Tengah tersebut mengemukakan harapannya agar badan penghubung tersebut juga aktif melakukan kegiatan-kegiatan semisal kepenulisan. "Misalnya, mereka membikin semacam situs yang terhubung ke situs mereka, dan wartawan juga bisa menulis di sana," kata dia. "Soal honorarium kepenulisan, saya pikir bisa disesuaikan saja."*** (TIM)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved