Saat Microsoft Merangkul Perempuan Indonesia - TULARIN >

16 Mei 2019

Saat Microsoft Merangkul Perempuan Indonesia

Saat Microsoft Merangkul Perempuan Indonesia

Microsoft tidak hanya menjadi perusahaan teratas dunia dalam urusan yang berhubungan dengan teknologi dan komputer. Mereka juga sudah terkenal sebagai perusahaan terdepan dalam mengulurkan tangan untuk kegiatan kemanusiaan. Tak terkecuali dalam urusan pemberdayaan perempuan.

Teranyar, Microsoft Indonesia pun terlibat dalam kegiatan yang berhubungan dengan pemberdayaan perempuan. Perusahaan yang bermarkas di Washington ini--di Indonesia berkantor di Jalan Jenderal Sudirman--baru saja mengadakan Microsoft Women Inspiration Day, Selasa (14/5/2019).

Di acara yang mengusung tema Modern Strategies for Balancing Productivity, Microsoft berbagi seputar strategi modern untuk menciptakan keseimbangan produktivitas dengan memanfaatkan teknologi.

Terlebih mereka pun tampaknya menyimak bagaimana perempuan Tanah Air pun tidak lepas dari pemanfaatan teknologi, terutama yang terlibat dalam usaha kecil dan menengah.

Beberapa tokoh perempuan Indonesia pun tampil di acara tersebut. Sebut saja Ir. Nita Yudi, MBA (Ketua Umum DPP Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia), Martha Simanjuntak (Pendiri Indonesia Women Information Technology Awareness). Kedua tokoh perempuan ini berbicara dalam diskusi panel bertema perempuan dan enterpreneur, perempuan super hari ini, bekerja lebih baik dalam kebersamaan, hingga produktivitas perempuan.


Ya, ada diskusi panel yang khusus mengangkat tema ‘Women Entrepreneur – SuperWoman Nowadays – Work Better Together – Modern Productivity’.

Dalam diskusi itu diketengahkan data dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), bahwa terdapat 55 persen pengusaha ekonomi kreatif hingga usaha mikro, kecil, dan menengah, adalah perempuan. Tak hanya itu, populasi terbesar dari jumlah itu adalah perempuan--berdasarkan data 2018.

Maka itu, partisipasi perempuan akan membantu memaksimalkan rasio kewirausahaan menjadi lebih besar. Dari sana, pertumbuhan ekonomi nasional pun diyakini akan semakin signifikan.

Di luar itu, peluang dan potensi produktivitas untuk peningkatan pendapatan berbagai sektor ekonomi pun dapat terjadi. Pasalnya, era digital saat ini diyakini membuka keran untuk terciptanya hal tersebut.

Terlebih lagi, era digital pun membuka jalan bagi perempuan untuk mandiri dengan berwirausaha, dengan waktu yang lebih fleksibel, dan dapat menyelesaikan lebih banyak hal, namun tetap membawa hasil maksimal.

Ini juga yang diangkat oleh Nita Yudi dari IWAPI. Menurutnya, perempuan Indonesia memang memiliki potensi besar dalam membangun perekonomian negara. Terlebih jika membuka diri untuk transformasi digital, maka para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah pun dapat memasarkan dan meningkatkan produktivitas usaha mereka.

Nita juga mengungkapkan bahwa Indonesia hari ini adalah negara keempat sebagai negara yang memiliki populasi terbesar dunia. Di samping, Indonesia pun didukung sumber daya alam yang besar. "Hampir 50 persen dari jumlah penduduk Indonesia secara keseluruhan adalah kaum perempuan," Nita mengingatkan potensi tersebut.

Pada tahun 2015, kata dia, dari 49,9 juta pengusaha mikro dan kecil, sebanyak 60 persen di antaranya adalah perempuan. Artinya, pengusaha perempuan dalam UMKM memiliki kontribusi sangat besar untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Untuk itu, pada era digital yang bergerak sangat cepat seperti sekarang ini harus diantisipasi dengan melakukan edukasi di bidang IT serta revolusi mental agar tercapainya perempuan UMKM yang tangguh, berdaya saing, serta dapat menyeimbangkan kegiatan bisnis dan sehari-harinya dengan baik," Nita menegaskan.

Saat ini, salah satu yang sangat membantu transformasi digital UMKM adalah layanan komputasi awan, atau juga dikenal dengan istilah cloud. Cloud saat ini terbilang sudah mengalami pertumbuhan masif.

Pihak Microsoft sendiri meyakini bahwa cloud dapat menjadi fondasi dasar bagi setiap organisasi untuk berinovasi dan meraih peluang yang lebih baik.

Itu juga terungkap oleh Wahjudi Purnama yang merupakan Business Group Lead Modern Workplace Microsoft Indonesia. Menurutnya, sebagai enabler transformasi digital, Microsoft Indonesia mendukung percepatan pemanfaatan cloud bagi pelaku UMKM.

"Pemanfaatan cloud akan dapat berdampak pada peningkatan penjualan, pengurangan biaya, kemudahan akses informasi, dan peningkatan layanan pelanggan serta produktivitas pekerja," katanya di acara tersebut.

Lebih jauh, Wahjudi juga menjelaskan bahwa setiap perempuan Indonesia yang memiliki UMKM takkan hanya dapat berfokus menjalankan bisnisnya, namun mereka pun bisa produktif untuk mengurus keperluan pribadi. "Karena didukung oleh pola kerja yang kolaboratif yang merupakan tujuan dari solusi ini," katanya lagi.

Saat ini, Microsoft sendiri menyuguhkan solusi dengan teknologi bernama Office 365, yang merupakan layanan teknologi penunjang produktivitas kerja berbasis cloud. Sekaligus memberikan fleksibilitas baru kepada para penggunanya, dalam mengakses data dan dokumen secara virtual, dari mana saja dan dengan perangkat apa saja.

Pihak Microsoft meyakini bahwa Office 365 menjadi pilihan yang efisien dan fleksibel. Pasalnya, ia terintergrasi ke dalam platform cloud Microsoft Azure yang dipastikan aman. Inilah yang diyakini pihak Microsoft dapat menjadi jawaban bagi perempuan modern Indonesia dan pelaku UMKM yang menginginkan keseimbangan dalam produktivitas kerja dan kehidupan sehari-hari.

Terlihat, pihak Microsoft mengusung konsep ini berangkat dari multiperan yang mesti diperankan perempuan.

Ini juga yang ditangkap oleh Martha Simanjuntak. "Perempuan Indonesia harus dapat secara bijak menjalani dua perannya, baik sebagai ibu rumah tangga, juga sebagai wanita karier yang maju dan tanggap teknologi," kata dia.

Menurutnya, kesuksesan bagi perempuan modern memiliki tuntutan tersendiri. "Kesuksesan bagi perempuan modern adalah ketika mereka memiliki kompetensi dasar untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam karier, kegiatan rumah tangga, parental control, media promosi bisnis, dan lain sebagainya," Marta mengungkapkan pandangannya.

Maka itu, ia sangat appreciate dengan adanya bimbingan teknis dalam penggunaan teknologi. "Dengan bimbingan teknis dan kesadaran penggunaan teknologi, perempuan-perempuan Indonesia akan dapat menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal," kata founder IWITA tersebut.

Martha menilai, perempuan memang tetap harus menjalankan peran penting dalam rumah tangganya. Di sisi lain perempuan juga berperan penting mendukung pasangan untuk membangun keluarga yang dinamis dan produktif. Karenanya, selain menjadi ibu, hari bukan hal mengherankan jika banyak perempuan yang juga terjun ke dalam dunia pengusaha.

Pilihan tersebut diyakini takkan membuat perempuan lupa atas kodratnya sebagai ibu. Maka itu, literasi digital dan dorongan mempelajari hingga menguasai teknologi menjadi penting. Sebab dengan itu, sebuah jalan untuk menciptakan keseimbangan dalam produktivitas mereka, bukan mustahil bisa dilakukan.

Alasan itu juga, menurut pihak Microsoft, menjadi alasan bagi mereka untuk menciptakan teknologi solutif semisal Microsoft Office 365. Sebab mereka menangkap fakta bahwa perempuan tidak hanya beraktivitas untuk mereka sendiri, tapi juga mereka juga dapat membuka peluang ekonomi untuk taraf hidup diri mereka dan keluarganya sendiri.

Menurut pihak Microsoft, dengan solusi berbasis cloud, maka kalangan perempuan dipastikan akan lebih leluasa dan lebih mudah untuk menciptakan ruang kerja yang, selain modern, juga aman. Dengan begitu, mereka berharap, kaum perempuan tetap dapat bekerja dengan efisien, selain juga tetap produktif.

Di samping, mereka pun bisa menjadi perempuan yang inovatif lantaran memahami berbagai solusi dan teknologi yang mendukung pekerjaan mereka, juga tetap dapat kolaboratif, mampu berbagi dan bekerja sama untuk mengembangkan usaha, diri mereka sendiri, dan keluarga.*** (TIM)

Editor: Zulfikar Akbar
Sumber Foto: Microsoft


Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved