Quagliarella Jadi Raja Gol Liga Italia - TULARIN >

19 Mei 2019

Quagliarella Jadi Raja Gol Liga Italia

Quagliarella Jadi Raja Gol Liga Italia

TULARIN | GENOVA - Fabio Quagliarella memang tak muda lagi. Namun musim ini ia hampir memastikan dirinya sebagai raja gol di Liga Italia (Serie A).

Penyerang yang bergabung kembali dengan Sampdoria sejak musim 2015/16 ini, meskipun kini telah berusia 36 tahun, namun mampu menyalip para pemain muda Serie A. Menjelang pengujung musim, ia masih merajai tempat pertama sebagai pemilik gol terbanyak.

Timnya sendiri masih menyisakan dua laga pada musim ini di liga. Namun, dari 36 pekan telah dilewati, Quagliarella menjadi satu-satunya pemain yang telah mengoleksi 26 gol.

Istimewa. Lantaran sepanjang ia berkiprah di Liga Italia sejak di klub Ascoli, baru di musim inilah ia mencatat 26 gol.

Sampdoria memang bukan klub asing baginya, hingga ia dapat bermain tanpa beban. Pasalnya, di masa lalu pun ia pernah membela klub berjulukan I Blucerchiati ini pada musim 2006/07. Saat itu, ia mengawali dengan 13 gol di Serie A.

Setelahnya ia menghabiskan dua musim di Udinese. Di sini, pada 2007/08, ia menyumbang 12, dan mencatat 13 gol pada 2008/09.

Sedangkan saat ia menjalani karier semusim di Napoli, Quagliarella hanya mencatat 11 gol.

Per 2010/11, pemain kelahiran 31 Januari 1983 itu mengawali kariernya di Juventus. Namun dalam tiga musim di sana, ia hanya mencatat paling banyak sembilan gol. Itupun hanya di musim pertama dan musim ketiga (2012/13). Sedangkan di musim kedua, ia hanya mengoleksi empat gol.Sementara musim terakhir bersama Juventus hanya mengoleksi satu gol.

Itu juga tidak lepas dari jarangnya ia mendapatkan kesempatan tampil. Terbanyak ia leluasa unjuk kebolehan hanya di musim pertama, dipercayakan sebagai starter dalam 17 laga. Di musim kedua, tampil 23 kali, namun hanya sembilan kali jadi starter.

Begitu juga di musim ketiga, tampil 27 kali namun hanya 13 kali dipercayakan tampil sejak kick-off. Sementara di musim 2013/14, atau musim terakhir di Turin, Quagliarella dapat kesempatan tampil 17 kali, namun hanya tiga kali dipasang sebagai starter.

Tak jauh berbeda setelah ia meninggalkan Juventus dan bergabung ke Torino pada musim 2014/15. Ia mengawali dengan baik, namun lagi-lagi mengakhiri dengan buruk.

Bagaimana tidak, di Torino, Quagliarella paling banyak tampil di musim pertama saja, mencapai 34 laga dan 33 kali dipercayakan jadi starter. Di samping, ia juga mencatat 13 gol. Sedangkan musim terakhir, pemain veteran ini hanya tampil 16 kali dan seluruhnya jadi starter, namun hanya menyumbang lima gol.

Sejak kembali ke Sampdooria pada 2015/16, ia mengawali dengan kesempatan tampil hanya dalam 16 laga di ajang Serie A dan 13 kali jadi starter. Pun, ia hanya mencatat tiga gol sepanjang musim itu.

Quagliarella baru mulai menggeliat lagi di Sampdoria di musim keduanya sejak kembali ke sana, pada 2016/17. Ia ditampilkan dalam 37 laga, dan 25 kali di antaranya dipercayakan tampil sejak awal laga, dan menyumbang 12 gol.

Musim ketiga (2017/18) di klub yang sudah berdiri sejak 1946 itu, ia semakin tajam meskipun menit tampil lebih sedikit. Ia hanya tampil dalam 35 laga dan hanya 33 kali menjadi starter, namun ia mampu menorehkan 19 gol. Itu menjadi kali pertama baginya mencatat angka gol sebanyak itu.

Baru pada musim inilah, 2018/19, Quagliarella semakin menggila. Selain mencatat 3.043 menit--terbanyak sepanjang berkarier di Liga Italia--sejauh musim ini, ia tampil dalam 35 laga dan selalu dipercayakan sebagai starter.

Ia mampu membuktikan, saat mendapatkan kepercayaan besar maka ia pun mampu menampilkan kegigihan yang tak kalah besar. Alhasil ia mampu mencatat 26 gol, sekaligus menjadi rekor gol paling banyak yang ditorehkannya di Liga Italia.

Torehan itulah yang menempatkannya tidak saja sebagai pemain paling banyak menyumbang gol di timnya, namun juga teratas dibandingkan seluruh pemain di Serie A musim ini.

Patut dicatat, sejauh musim ini--dalam 36 laga telah berjalan--Sampdoria baru mencatat 58 gol. Praktis hampir separuh gol timnya lahir lewat dirinya.

Ia sudah berada di atas Daniel Zapata dari Atalanta yang baru menorehkan 22 gol, dan juga Cristiano Ronaldo dari Juventus yang baru membukukan 21 gol.

Tidak hanya itu, ia juga mencatat satu gol indah yang menjadi sejarah baginya di pertengahan musim, saat berhadapan dengan Chievo. Lantaran saat itu, ia melesakkan bola ke gawang lawan dengan menggunakan backheel. 

Di laga itu juga Quagliarella mencatat rekor bersejarah di Liga Italia, pasalnya ia mencatat gol dalam delapan laga berturut-turut. Sebelumnya, itu hanya dicatat kali terakhir oleh Christian Vieri di Inter Milan pada tahun 2002.

Selain itu, ia juga mencatat gol indah musim ini di laga lawan Napoli di bulan September 2018. Meskipun begitu, pemain tersebut mengaku tidak terlalu merasakan euforia dengan gol itu.

"Apakah itu adalah gol terbaik yang pernah saya cetak? Tidak, tapi itu--saat lawan Napoli--adalah satu dari tiga gol terbaik (yang pernah saya cetak)," kata dia, melansir football-italia.net. "Saya pernah dua kali mencetak gol dari tengah lapangan, jadi inilah yang lebih layak--dikatakan terbaik."*** (TIM/DBS)

Editor: Zulfikar Akbar

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved