Pengendalian Impor Perlihatkan Sinyal Cerah, Industri Tekstil Dapat Tuah - TULARIN >

13 Mei 2019

Pengendalian Impor Perlihatkan Sinyal Cerah, Industri Tekstil Dapat Tuah

Pengendalian Impor Perlihatkan Sinyal Cerah, Industri Tekstil Dapat Tuah

JAKARTA | TULARIN.COM - Pengendalian terhadap impor yang dilakukan oleh pemerintah sejak Februari 2017, terlihat berdampak positif terhadap penurunan impor. Industri tekstil menjadi salah satu bagian yang mencatat reputasi tersendiri. 

Triwulan pertama tahun ini, atau dalam tiga bulan pertama, industri tekstil dengan pakaian jadi menjadi sektor paling tinggi mencatat pertumbuhan, lantaran mencapai 18, 98 persen.

Sepanjang tiga bulan tersebut, pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi tercatat paling tinggi dengan mencapai 18,98 persen. Di periode itu juga, pada tahun 2018 lalu hanya meningkat 7,46 persen, sedangkan kini bertambah 8,73 persen.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), hal positif lainnya yang juga menonjol adalah produksi di industri manufaktur besar dan sedang di kuartal pertama 2019 naik 4,45 persen daripada periode yang sama pada 2018 lalu. 

Itu juga tak lepas dari produksi industri pakaian jadi yang dapat dikatakan meroket hingga 29,19 persen. Pasalnya, orderan pun berlimbah, terlebih dari pasar mancanegara. 

Maka itu, Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kementerian Perindustrian, Muhdori di Jakarta, Minggu (12/5), menegaskan, pengaruh industri tekstil dan produksi tekstil (TPT) sangat menentukan. "Industri tekstil dan produk tekstil merupakan salah satu sektor andalan karena memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan tinggi di sektor ini tak lepas juga dari investasi besar di sektor hulu, terutama produsen rayon. 

Keberadaan PT Asia Pacific Rayon (APR) yang berlokasi di Riau pada akhir 2018, menjadi salah satunya. Perusahaan tersebut mencatat investasi sampai Rp11 triliun. 

Tak hanya itu, pabrik ini juga membuat kapasitas produksi pun mencapai 240 ton per tahun. Satu hal yang istimewa dari keberadaan pabrik ini, setengah dari hasil produksi ditujukan untuk kebutuhan pasar mancanegara, yang notabene berkontribusi untuk ekspor.

"Selain itu, supply dari hulu yang meningkat, juga mendorong kinerja ke industri hilir dan antara sehingga secara komulatif industrinya semakin bergairah. Ini ditandai dengan ekspor TPT yang naik 1,1 persen pada triwulan I tahun ini,” paparnya.

Pengendalian impor
Adanya kebijakan pengendalian terhadap impor yang dilakukan oleh pemerintah sejak Februari 2017, juga berdampak positif terhadap penurunan impor yang mencapai 2,1 persen pada triwulan I-2019. Menurut Muhdori, penurunan impor juga berdampak pada surplus neraca perdagangan yang ikut naik.

Sementara itu, Kemenperin pun turut andil dalam peningkatan produktivitas industri TPT dengan berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi yang dilakukan. 

Menurutnya, program ini sendiri pun menciptakan SDM industri yang kompeten dan produktif. Bahkan, didorong pula adanya momentum pemilihan umum beberapa waktu lalu, yang sebagian pelaku industri TPT memproduksi atribut untuk kampanye.

“Konsumsi TPT juga diyakini akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan gaya hidup," kata Muhdori lebih jauh. "Dalam memanfaatkan peluang ini, pelaku industri TPT nasional harus bekerja keras meningkatkan produktivitas, kualitas dan efisiensi melalui penerapan teknologi yang lebih modern sesuai dengan era digital.” 

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri TPT adalah satu dari lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam kesiapan menuju era industri 4.0. Aspirasi besar yang akan diwujudkan, yaitu menjadikan produsen tekstil dan pakaian jadi nasional masuk jajaran lima besar dunia pada tahun 2030.

Maka itu, untuk mewujudkannya, industri TPT dinilai perlu melakukan transformasi dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, seperti 3D printingautomation, dan internet of things.

Menurut pihak Kemenperin, transformasi ini dapat mendongkrak produktivitas dan kualitas secara efisien, serta dapat membangun klaster industri TPT yang terintegrasi dengan terkoneksi teknologi industri 4.0.*** (TIM)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved