Meraba yang Tidak Teraba dari Wajah Amien Rais - TULARIN >

13 Mei 2019

Meraba yang Tidak Teraba dari Wajah Amien Rais

Meraba yang Tidak Teraba dari Wajah Amien Rais

Banyak yang mengaku heran dan kaget dengan bagaimana seorang Amien Rais menampilkan diri hari ini. Ada yang menudingnya berbeda dari masa lalu, hingga yang menganggapnya tidak mewakili ilmu yang telah susah payah ia pelajari.

Tunggu dulu, apakah benar sepenuhnya begitu?

Bagi saya, meskipun hari ini berbeda jalan dan pilihan politik dengan beliau, namun cukup dapat dimengerti kenapa beliau memilih jalan politik seperti itu, seperti yang hari ini beliau tampilkan.

Ia meneriakkan istilah "Perang Badar" sampai dengan "People Power", dan se-Indonesia pun riuh dan ribut membincangkan apa dilontarkan lulusan Universitas Chicago, Amerika Serikat, tersebut.

Di media sosial, orang-orang pun beramai-ramai mencela hingga mencaci maki dan meneriakinya, "Ada apa ini?"
"Amien Rais kok gini, sih?"
"Kok beda banget dengan Amien Rais yang dulu?"

Kaget. Banyak orang kaget, atau terkaget-kaget.

Saya sendiri, cuma bisa menyimak pemandangan itu dengan senyum dan tawa yang terkadang lepas dan terkadang tertahan-tahan. Cuma, dalam perbedaan jalan samurai (baca: jalan politik), saya mesti mengakui Pak Amien masih menjadi seorang politikus murni, jeli, dan gigih dengan jalan politiknya.

Ia tidak peduli apa kata orang. Pak Amien hanya fokus pada jalan yang sedang ia tapaki, membuka jalan lebih lebar untuk orang-orang di barisannya, dan melangkah lebih ringan ke tujuan. Ketika di luar sana orang-orang mencibir dan melecehkan langkahnya dalam berpolitik, ia semakin kokoh berada di tempat yang sudah ia targetkan.

Amien Rais sesekali seperti supir yang ugal-ugalan, namun di sisi lain ia menjaga kesan itu tetap muncul, namun ia bisa ke tujuannya dengan kecepatan dan risiko yang sudah terukur. Hasilnya, Partai Amanat Nasional masih menjadi partai diperhitungkan.

Soal kemudian ada beberapa kalangan yang masih bingung dengan gerak-gerik mantan ketua umum PAN ini, saya bisa pastikan ia sendiri tidak pernah kebingungan dengan jalannya.

Kita terkadang acap melecehkan orang berbeda, tidak cuma karena berbeda agama, tetapi juga karena berbeda pandangan dan jalan politik. Di pihak lain, pemain-pemain lama politik nasional seperti Amien Rais, terus mencari celah dan jalan yang bisa mengantarkan misi hingga ambisi politiknya.

Ia dengan cantik mampu memainkan peran yang mampu memanjakan hasrat dan isi pikiran jutaan orang yang sependapat dengannya. Dengan kelihaiannya, ia mampu membuat kalangan tadi terus menoleh ke arahnya, menatapnya, dan tersihir olehnya. Dari sanalah ia bisa membuat orang-orang tadi mengikuti ke mana ujung telunjuknya, dan ke sanalah mereka ikut berjalan.

Hasilnya apa? Karier politiknya terselamatkan. Anak-anaknya yang juga menaruh minat besar terhadap politik pun ikut terselamatkan. Dan, tidak kalah pentingnya, partainya (PAN) pun terselamatkan.

Bayangkan, misalnya, jika ia memaksa dengan pengaruhnya agar partainya berada di kubu Joko Widodo--sebagai contoh. Apakah PAN bisa terselamatkan sebagaimana hari ini? Saya ragu. Apakah nama Amien Rais akan tetap berkibar? Juga, saya ragu.

Namun dengan langkah cantik diambilnya, berani melakukan hal-hal yang tidak populis, namun akhirnya bisa membawa tuah bagi dirinya, partai, hingga siapa saja yang berada di dekatnya.

Jika mengibaratkannya sebagai sedan klasik, mesinnya masih cukup kuat untuk menapaki jalan politik terkini, dan paham jalan mana yang membantunya lebih cepat daripada seabrek mobil di jalanan.

Bahwa cara ia menempuh perjalanan itu terkesan membahayakan, lagi-lagi mau saya bilang, ia masih mampu mengukur risikonya, dan takkan "membunuh" siapa-siapa. Kalaupun ada yang "tertabrak", hanya terpental saja, namun ia sendiri tetap melanjutkan perjalanan. Jadi, Anda masih kebingungan dengan Amien Rais?


Penulis:
Cyril Raoul Hakim | Pemerhati Politik

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved