Menteri Airlangga Beri 3 Kunci Penting untuk Milenial - TULARIN >

18 Mei 2019

Menteri Airlangga Beri 3 Kunci Penting untuk Milenial

Menteri Airlangga Beri 3 Kunci Penting untuk Milenial


Tularin | Jakarta - Airlangga Hartarto yang kini terkenal sebagai Menteri Perindustrian RI, getol mengangkat isu seputar dunia digital. Perbincangan seputar industri 4.0 menjadi bahan yang acap dilempar olehnya di berbagai kesempatan, entah di forum resmi atau saat berhadapan dengan wartawan.

Berkali-kali ia juga mengingatkan, memasuki era revolusi industri 4.0, kuncinya ada pada sumber daya manusia. Bagaimana memastikan manusia Indonesia berkualitas, menjadi "amunisi" yang sering diluncurkan olehnya.

Menurutnya, salah satu langkah seperti program reskilling atau pelatihan kemampuan baru, dengan upskilling atau peningkatan kemampuan, jadi kunci penting lainnya. Kunci penting untuk memastikan orang-orang Indonesia siap dengan berbagai perubahan yang terjadi lantaran revolusi industri tersebut.

Kalangan milenial, menurut dia, memiliki peran sangat penting dalam penerapan industri 4.0. Terlebih lagi bonus demografi yang dimiliki Indonesia, berpotensi dapat dinikmati dalam waktu dekat, atau setidaknya pada 2030.

Dengan bonus ini, tak kurang dari 130 juta jiwa di usia produktif bisa menangguk keuntungan lewat kesempatan baru. Mereka bisa mengembangkan bisnis yang selaras dengan perkembangan era digital.

Jadi, reskilling dan upskilling itu, menurutnya, memang sangat diperlukan. "Karena digitalisasi ekonomi membutuhkan skill set yang berbeda dengan ekonomi sebelumnya," kata Airlangga, Jumat (17/5). "Jadi, anak-anak muda kita perlu paham atau literasi terhadap dunia digital."

Ia juga mengungkap ekspektasi pemerintah, yang menargetkan akan terciptanya seribu technopreneur pada tahun 2020. Dengan ini, valuasi bisnis dapat mencapai USD100 miliar, dan total nilai e-commerce bisa mencapai USD130 miliar.

Hari ini, Indonesia sendiri sudah mencatat empat unicorn. "Mereka semuanya tumbuh bukan bagian dari konglomerasi sehingga membentuk wirausaha baru yang kuat," Airlangga menggarisbawahi.

Maka itu, Airlangga pun mengingatkan, setidaknya ada tiga pengetahuan yang harus dikuasai oleh kalangan milenial: bahasa Inggris, coding, dan statistik.

Sebab, menurut dia, dalam industri digital tentu saja bahasa yang digunakan adalah coding. "Baik itu dalam ekosistem Android maupun IoS," ia menambahkan. "Juga digunakan dalam internet of things dan artificial intelligence." 

Terkait dengan ilmu statistik, ia menjelaskan juga bahwa ilmu ini membantu kalangan milenial untuk memahami pengetahuan terhadap data. Terlebih di era ekonomi digital, menurut dia, big data menjadi bagian yang tak dapat terpisahkan.

"Pengetahuan-pengetahuan ini wajib dikuasai anak-anak muda kita," Airlangga mengingatkan. "Sehingga mereka bisa masuk ke dalam ekonomi digital yang besar."***

Editor: Zulfikar Akbar

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved