Indonesia dan Potensi Memimpin Pasar E-Commerce Asia Tenggara - TULARIN >

24 Mei 2019

Indonesia dan Potensi Memimpin Pasar E-Commerce Asia Tenggara

Indonesia dan Potensi Memimpin Pasar E-Commerce Asia Tenggara


Pada 2013 lalu, posisi Indonesia dalam Global Information Technology Report hanya berada pada posisi ke-76. Sedangkan pada 2015, Indonesia melesat ke posisi ke-63 dari 148 negara.

Tak pelak, kenaikan peringkat Indonesia tersebut membuat pemerintah terlihat semakin optimistis. Diyakini, Indonesia berpotensi menjadi pemimpin pasar e-commerce di Asia Tenggara pada tahun 2025.

Itu juga ditegaskan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di acara Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Ministerial Meeting 2019, di Paris.

Bambang mengangkat potensi Indonesia tersebut saat pembahasan Unlocking the Potential of Digital Transition: the Role of Governments and Importance of International Cooperation. Sebuah diskusi panel yang khusus membahas potensi digital dan peran pemerintah dalam kaitan hubungan internasional.

Kemungkinan Indonesia dapat menjadi pemimpin pasar e-commerce tersebut pun diyakini tidak lepas dari perkembangan masyarakat menengah. Di samping, juga karena adanya perbaikan akses infrastruktur digital.

Dalam keterangan resmi Jumat (24/5), Bambang menegaskan bahwa faktor membaiknya peringkat Indonesia berdasarkan laporan Global Information Technology, pun semakin meyakinkan.

Namun, ia juga memberikan kata kunci, hal itu dapat tercapai--Indonesia jadi pemimpin pasar e-commerce--jika berhasil meningkatkan infrastruktur yang berhubungan dengan digita. "Indonesia membutuhkan usaha kolektif dari berbagai pihak. Tak terbatas hanya pada pemerintah saja," kata dia. "Di era digital seperti saat ini, inklusif, efisiensi, dan inovasi sangat dibutuhkan agar teknologi informasi dan komunikasi Indonesia dapat terus meningkat kualitasnya."

Saat ini, menurut Bambang, pemerintah masih terus bekerja keras agar dapat meningkatkan pelayanan teknologi komunikasi dan informasi bagi pengguna internet di Indonesia. Sejauh ini sudah menjangkau 54,7 persen dari total penduduk.

Sedangkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika pun memperlihatkan perkembangan terkait dengan teknologi komunikasi dan informatika.

Tercatat, saat ini sudah terdapat 478 kabupaten/kota yang sudah terjangkau oleh Palapa Ring, dari 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, juga sudah ada 1.086 base tranceiver stations yang telah tersebar di area perbatasan dan tertinggal.

Di samping, juga sudah ada 4.111 akses internet bagi sekolah, fasilitas kesehatan, dan kantor-kantor perkotaan. Selain, juga sudah ada 150 Gbps high through put satellite.

Dengan begitu, pemerintah meyakini akan sangat membantu hingga dapat menerapkan berbagai kebijakan tepat. "Digitalisasi membantu Indonesia menerapkan kebijakan yang lebih tepat dan akurat, dengan menggunakan data valid yang tersedia melalui one data Indonesia," kata Bambang lebih jauh, seraya menegaskan bahwa keseluruhan operasional ini menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

"Teknologi informasi harus menjadi salah satu prioritas pembangunan, karena selain menjadi jendela informasi, juga membantu mendistribusikan kesejahteraan masyarakat," Bambang menegaskan.*** (TIM)

Editor: Zulfikar Akbar
Sumber Foto: Antara

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved