Tompi dan Ironi Dua Dokter di Tengah Kasus Ratna Sarumpaet - TULARIN >

23 April 2019

Tompi dan Ironi Dua Dokter di Tengah Kasus Ratna Sarumpaet

Tompi dan Ironi Dua Dokter di Tengah Kasus Ratna Sarumpaet

Tularin | Jakarta - Dokter Teuku Adifitrian atau Tompi sempat menjadi sasaran cercaan banyak orang saat kasus hoaks Ratna Sarumpaet memuncak. Pasalnya, penyanyi yang juga seorang dokter ini membedah kasus Ratna dan dengan terbuka mengutarakan sikapnya. Ia mengaku tidak percaya bahwa Ratna adalah korban pemukulan, dan mencium gelagat bahwa kabar itu hanya bohong belaka.

Awalnya, Tompi sendiri sempat menghadapi kondisi sulit. Ia mendapatkan berbagai macam tuduhan, hingga ada yang meremehkan kemampuannya sebagai dokter. Tak menggubris cercaan atasnya, ia berusaha keras untuk menunjukkan analisisnya sebagai dokter bedah plastik.

Sementara dalam proses dirinya memberikan analisis itu, justru sempat terjegal oleh Hanum Rais, putri Amien Rais, yang terlihat berusaha keras meyakinkan banyak orang bahwa Ratna telah jadi korban pengeroyokan.

Seperti diketahui, Hanum sendiri saat itu mengunggah videonya bersama Ratna, dan dengan ekspresi penuh prihatin mengutuk "pengeroyokan" atas aktivis dan juga seniman itu. Hanum juga menyebut bahwa Ratna adalah seorang pahlawan sekelas Cut Nyak Dhien.

Bahkan untuk menguatkan keyakinan publik bahwa Ratna jadi korban pengeroyokan, ia mengklaim bahwa dirinya adalah seorang dokter.

Hanum menegaskan, sebagai dokter, ia tahu pasti mana bekas luka operasi dan mana luka akibat penganiayaan, untuk menguatkan kesimpulan bahwa Ratna telah dianiaya. Tak ayal, hal inilah yang sempat membuat Tompi yang justru panen bully. Walaupun belakangan publik pun tersadar jika Hanum hanyalah seorang dokter gigi, bukan dokter spesialis seperti halnya Tompi.

Melalui cuitan di twitter, Tompi membeberkan panjang lebar bahwa dirinya sudah menganalisis kasus Ratna berdasarkan foto-foto yang ia peroleh. Maka itu ia lantas menyimpulkan bahwa ada yang janggal dari foto-foto tersebut.

Bahkan, saat itu Tompi pun akhirnya menegaskan bahwa luka dan lebam di wajah Ratna bukanlah luka akibat pengeroyokan seperti disebarkan ibunda Atiqah Hasiholan tersebut. Ia memastikan bahwa itu adalah luka akibat operasi plastik.

Tak pelak, analisis dan kesimpulan ia sampaikan saat itu menuai hujatan hingga menjurus bully. Ia dituduh tidak berempati, dituding tidak punya perasaan, dan berbagai macam tudingan yang terbilang sadis.

Itu juga yang kembali diungkapkan Tompi saat ia sendiri hadir memberikan kesaksian di pengadilan kasus Ratna, Selasa (23/4/2019). Di sana juga ia berterus terang bahwa dirinya sempat nyaris percaya bahwa Ratna jadi korban pengeroyokan.

Namun, kata dia, karena akhirnya ia menemukan foto-foto yang memperlihatkan wajah Ratna dalam jarak dekat (close up), akhirnya ia menemukan petunjuk baru. Alhasil dari sanalah ia menemukan kesimpulan, luka-luka Ratna lebih mirip luka hasil operasi plastik alih-alih terlihat sebagai luka pengeroyokan.

"Saya tambah curiga kalau ini bukan karena pemukulan," kata Tompi di pengadilan. "Awal curiga tersebut saat foto-foto close up Ratna Sarumpaet beredar di media sosial."

Ia menganalisis berdasarkan cerita yang berkembang yang menyebut bahwa Ratna tidak cuma dipukuli dan dikeroyok tetapi juga dibuang dari dalam mobil. Ia menilai, jika seseorang dipukul dan dibuang seperti itu, bisa dipastikan akan mengalami luka lecet. Namun, Ratna sendiri tidak terlihat mengalami luka selayaknya orang yang dipukuli dan dibuang atau dilempar.

Terlebih lagi, saat Tompi memperhatikan foto-foto Ratna, terlihat adanya bekas sayatan berbentuk simetris di wajah. Dari sanalah ia menemukan kesimpulan bahwa Ratna hanya luka karena operasi plastik.

Termasuk pembengkakan dan lebam-lebam di wajah Ratna pun, diyakini Tompi lebih memperlihatkan lebam dan bengkak selayaknya orang yang baru menjalani operasi plastik.

Namun akhirnya, apa yang semakin meyakinkannya bahwa Ratna benar-benar melakukan operasi plastik setelah melihat foto lainnya. Di foto itu memperlihatkan bahwa Ratna berada di sebuah klinik di Menteng, Jakarta.

Belakangan, setelah kesaksian Tompi di pengadilan, Ratna sendiri mengakui jika akhirnya ia memutuskan untuk menghentikan kebohongannya setelah mengetahui bahwa lakonnya sudah terbuka. Tompi berhasil membuat dirinya tidak menemukan alasan untuk melanjutkan kebohongan yang sempat menggemparkan tersebut.

Bahkan Ratna pun mengakui jika dirinya merasa terselamatkan berkat Tompi. "Dokter Tompi ini salah satu orang yang menyelamatkan saya. (Dia) menyadarkan saya untuk menghentikan kebohongan saya," kata Ratna. (*)

Editor: Zulfikar Akbar
Sumber Photo: Tribun


Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved