Tiga Partai Baru Paling Menonjol di TV, Gagal Menembus Senayan - TULARIN >

22 April 2019

Tiga Partai Baru Paling Menonjol di TV, Gagal Menembus Senayan

Tiga Partai Baru Paling Menonjol di TV, Gagal Menembus Senayan

Jakarta | Tularin.com - Salah satu perusahaan periklanan, PT Sigi Kaca Pariwara, mengungkap tiga partai politik yang telah mengeluarkan uang miliaran, namun harus menelan kegagalan pada Pemilu 2019.

Ironisnya, di antara partai tersebut ada juga yang dimiliki oleh taipan dan memiliki jaringan televisi paling berpengaruh di Indonesia.

Ketiga partai yang dinilai telah menghabiskan uang banyak namun gagal menembus Senayan tersebut adalah Partai Hanura, Perindo, dan PSI.

Partai Hanura
Menurut catatan, Partai Hanura meluncurkan 1.053 iklan dengan total belanja sebesar Rp 40,16 miliar. Sementara di layar kaca, Partai Hanura banyak beriklan di tiga stasiun televisi, yaitu:

1. TV One: total 205 iklan dan nilai belanja iklan Rp 7,87 miliar

2. ANTV: total 196 iklan dan nilai belanja iklan Rp 12,09 miliar

3. TVRI: total 184 iklan dan nilai belanja iklan Rp 1,11 miliar

Berdasarkan quick count, Hanura tidak lolos ke Senayan. Total perolehan suaranya berkisar antara 1,64 persen (Poltracking) hingga 1,85 persen (LSI Denny JA).

Perindo
Ketua Partai Perindo adalah miliarder Hary Tanoesoedibjo. Seperti diketahui, MNC Corporation memiliki beragam media mulai dari radio, cetak, media online, dan televisi.

Pembelanja iklan televisi paling besar juga dibukukan oleh Partai Perindo dengan nilai Rp 82,73 miliar. Kampanye Partai Perindo beriklan terutama di tiga stasiun televisi, yaitu:

1. RCTI: total 276 iklan dan nilai belanja iklan Rp 31,04 miliar

2. MNC TV: 262 iklan dan nilai belanja iklan RP 20,16 miliar

3. Global TV: 261 iklan dengan nilai belanja iklan Rp 14,44 miliar

Berdasarkan quick count, Perindo tidak lolos ke Senayan. Total perolehan suaranya berkisar antara 2,65 persen (Indo Barometer) hingga 2,95 persen (LSI Denny JA).

PSI
PSI berada di puncak iklan selama masa kampanye terbuka. Mereka paling banyak muncul di televisi sejumlah 1.277 iklan dengan total belanja Rp 42,84 miliar.

PSI paling banyak muncul di tiga stasiun televisi, yaitu:

1. Trans TV: total 192 iklan dan nilai belanja iklan Rp 4,06 miliar

2. Trans 7: 191 iklan dengan nilai belanja iklan Rp 4,36 miliar

3. Indosiar dengan 185 iklan dengan nilai belanja iklan Rp 9,81 miliar

Berdasarkan quick count, PSI tidak lolos ke Senayan. Total perolehan suaranya berkisar antara 1,82 persen Poltracking) hingga 2,35 persen (LSI Denny JA).*** (DBS)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved