Prabowo Mulai Dikritik Kalangan Sendiri - TULARIN >

25 April 2019

Prabowo Mulai Dikritik Kalangan Sendiri

Prabowo Mulai Dikritik Kalangan Sendiri


JAKARTA | TULARIN.COM - Tampaknya kegerahan mulai melanda kalangan sendiri. Itulah yang kini dirasakan oleh Prabowo Subianto yang belakangan bersikeras mengklaim dialah pemenang kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Kegerahan yang melanda kalangannya sendiri tersebut tidak lepas dari ketergesa-gesaan yang gencar diperlihatkan Capres 02 ini. Tak ayal, Partai Amanat Nasional (PAN) yang jauh-jauh hari berada di barisan Prabowo pun mengarahkan kecaman terhadap mantan Danjen Kopassus tersebut.

Bara Hasibuan yang tak lain adalah wakil ketua umum PAN, partai koalisi Prabowo, secara terbuka menegaskan sikapnya. Prabowo sebaiknya tidak membuat klaim kemenangan.

Namun kecaman Bara Hasibuan tersebut tidak langsung dialamatkan kepada Prabowo, melainkan kepada Djoko Santoso yang merupakan Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN). Pasalnya, Djoko sempat mengungkapkan bahwa hanya kecurangan saja yang dapat mengalahkan Prabowo.

Djoko mengungkapkan itu saat berada di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu (24/4/2019). Bahkan ia memastikan bahwa pasangan Prabowo-Sandi sudah meraup hingga 80 persen suara pada Pilpres 2019. "Kalau tidak dicurangi, (Prabowo-Sandi) bisa 75 persen atau 8- persen," katanya saat berbicara di Padepokan Pencak Silat, TMII.

Itulah yang belakangan dikecam oleh pihak PAN yang notabene merupakan partai yang juga berada di barisan Prabowo-Sandi. "Jangan kita melakukan klaim kemenangan tapi tanpa data valid dan kredibel," ucap Bara Hasibuan, yang ditemui pihak pers di Gedung DPR RI, Kamis (25/4/2019).

Aroma kegusaran yang diperlihatkan oleh Bara Hasibuan tersebut karena memang jauh berbeda dari hasil hitung cepat (quick count) dari lembaga-lembaga survei terpercaya. Selain, hasil hitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara Pilpres pun belum rampung.

Belum lagi karena pihak pendukung Prabowo belakangan ini acap mengarahkan anak panah berupa berbagai tuduhan kepada berbagai pihak. Termasuk Djoko Santoso, secara terbuka menuding bahwa ada kecurangan yang dilakukan secara brutal.

Di pihak lain, banyak kalangan mempertanyakan kredibilitas tim pendukung Prabowo-Sandi, lantaran meyakini mereka sebagai pemenang, namun masih menuduh adanya kecurangan.

Bahkan Djoko pun memaparkan bahwa pihaknya akhirnya mendapatkan suara sebanyak 62 persen, berdasarkan hitungan sendiri, karena dicurangi. "Mereka secara masif, terencana, sistematik, dan brutal--melakukan kecurangan. Namun demikian, masih tersisa suara 62 persen, dan itulah (alasan) Prabowo-Sandi menyatakan kemenangan setelah dicurangi," kata Djoko lagi.

Berbeda dengan Djoko yang terkesan tergesa-gesa melemparkan klaim, Bara Hasibuan justru lebih percaya dengan hasil hitung cepat yang dilakukan berbagai lembaga survei nasional. Menurutnya, hitung cepat yang dilakukan berbagai lembaga tersebut memiliki tingkat keakuratan yang tinggi.

Terlebih lagi, kata Bara, berbagai lembaga survei itu sudah membuktikan keakuratan hasil kerja dan prediksi mereka dari dalam beberapa kali Pemilu berlangsung.

Bahkan, menurut elite PAN ini, keakuratan lembaga survei tersebut punya keakuratan hingga 90 persen. "Hampir bisa dikatakan akurasinya 90 persen sama dengan hasil Komisi Pemilihan Umum," kata Bara, menegaskan alasannya meyakini kinerja berbagai lembaga survei.

Maka itu,  alih-alih mendukung pernyataan Prabowo dan Djoko Santoso yang mengklaim kemenangan secara sepihak, Bara justru mendesak supaya kubu yang didukung partainya itu mau menerima kenyataan. Mereka sebaiknya menerima hasilnya, walaupun di luar harapan.

Bagi Bara, kepentingan bangsa supaya tidak larut dalam perselisihan hingga konflik jauh lebih penting. "Jadi, harus menempatkan kepentingan bangsa dan menghormati proses demokrasi yang masih berlangsung," katanya lebih jauh.

Aroma senada Bara Hasibuan juga diperlihatkan oleh Sandiaga Uno sendiri, terlepas Prabowo justru di berbagai kesempatan melempar pernyataan seirama dengan Djoko Santoso. Menurut Sandi justru tidak ada kecurangan. "Saya meyakini bahwa Pemilu ini jujur dan adil," kata Sandiaga saat berkunjung ke GOR Radio Dalam, Jakarta Selatan, Rabu (24/4/2019).

Sikap Sandi tersebut tentu saja berbeda jauh dengan klaim Prabowo. Pasalnya, pasangannya di Pilpres 2019 itu justru tercatat telah tiga kali mendeklarasikan kemenangannya, meskipun belum ada pengumuman dari KPU sebagai otoritas atas terselenggaranya Pemilu.

Prabowo sudah mendeklarasikan dirinya sebagai pemenangan sejak hari berlangsungnya Pilpres, pada hari Rabu (17/4/2019). Setelahnya, Kamis (18/4/2019), atau sehari setelah penyelenggaraan Pilpres, pun lagi-lagi ia mendeklarasikan dirinya sebagai pemenang.

Bahkan pada deklarasi kedua, ia berbicara panjang lebar untuk meyakinkan bahwa dirinyalah pemenang Pilpres 2019. "Pada hari ini, saya Prabowo Subianto menyatakan bahwa saya dan Saudara Sandiaga Salahudin Uno mendeklarasikan kemenangan sebagai Presiden dan Wapres RI 2019-2024," katanya saat itu.

Di sisi lain, saat itu ia juga mengemukakan alasannya mendeklarasikan kemenangan jauh-jauh hari. "Kemenangan ini kami deklarasikan lebih cepat karena kami punya bukti-bukti bahwa telah terjadi usaha-usaha dengan berbagai ragam kecurangan yang terus terjadi di desa dan kelurahan, kecamatan, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia," katanya saat itu.

Berdasarkan laporan terkini dari situs KPU, Prabowo-Sandi baru meraih 43,87 persen suara. Sementara petahana, Joko Widodo dan Ma'ruf Amien sudah meraup 56,13 persen suara. Dari persentase itu, pasangan 01 sudah mendapatkan 29.660.177, sementara pasangan 02 baru mencatat 23.185.769 suara. Perolehan tersebut berdasarkan rekapitulasi dari 813.350 tempat pemungutan suara.* (Dbs)

Editor: Zulfikar Akbar
Sumber Foto: Kompas.com

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved