Mimpi Kartini dalam Sorot Mata Anastasia Herzigova - TULARIN >

21 April 2019

Mimpi Kartini dalam Sorot Mata Anastasia Herzigova

Mimpi Kartini dalam Sorot Mata Anastasia Herzigova

Ia menggemari dunia kecantikan. Namun ia juga punya perhatian besar terhadap sesuatu yang melampaui urusan kecantikan, yakni isi pikiran. Sering ia mengunggah foto-foto yang menunjukkan kemampuannya berdiri di depan kamera melalui akun media sosial. Namun tak kalah sering ia menampilkan apa yang ia pikirkan seputar beragam fenomena di sekitarnya.

Ini adalah catatan tentang Kyku. Perempuan muda kelahiran 4 Desember 1992 yang bernama asli Anastasia Herzigova, dan pernah mewakili Jakarta di ajang Puteri Indonesia 2015. Pemilik sorot mata teduh sekaligus tajam, lewat tatapannya saja cukup menggambarkan karakternya yang lengkap, cenderung tenang dan bersahabat namun juga tegas dan berani.

Saat diajak berbicara seputar perempuan di Hari Kartini, Minggu 21 April 2019, ia menunjukkan antusiasme besar. Bukan tanpa alasan, namun karena ia mengaku dapat melihat di sekelilingnya betapa nyaris tak ada lagi sekat yang menghalangi perempuan untuk meraih apa saja.

Ia sendiri nyaris tidak menutup dirinya sama sekali untuk mengembangkan apa saja yang ia bisa. Kyku gemar mengikuti perkembangan pengetahuan hingga politik. Ia pun tak asing dengan dunia band dan modelling. Namun ia juga mengasah dirinya hingga ke urusan ilmu bela diri. Ia tercatat sebagai salah satu atlet di dunia bela diri Taekwondo tanah air.

Maka itu dia tegas menyebut bahwa perempuan hari ini adalah perempuan yang beruntung. "Perempuan Indonesia saat ini memang beruntung," kata Kyku. "Mereka bisa meraih pendidikan yang cukup (tidak dibatasi; pen), bisa bermimpi besar, dan memiliki peluang yang sama dengan pria!"

Di sisi lain, ia juga berterus terang masih memiliki keprihatinan karena ada kondisi di mana besarnya peluang tadi tak lantas dimanfaatkan dengan gairah yang juga besar. Padahal, menurut dia, untuk sekarang, hampir tak ada penghalang untuk perempuan manapun untuk berkembang.

Menurutnya, kalaupun ada penghalang kemajuan bagi perempuan hari ini cuma ada pada diri masing-masing. Berbeda dengan tempo dulu di mana perempuan serba dibatasi, bahkan untuk ke luar rumah pun acap jadi sasaran gunjingan meskipun mereka ke luar untuk belajar.
Saat Anastasia Herzigova berkunjung ke salah satu sekolah dan menjadi pembicara di depan para siswa - Foto: Kyku
"Pertama memang soal kemauan pribadi, untuk belajar dan kemauan untuk berkembang," kata Kyku lebih jauh. Menurutnya, sepanjang seorang perempuan menjaga kemauannya untuk berkembang dan memperjuangkan kemauan tadi maka mereka dapat mengejar apa saja yang menjadi cita-cita.

Di sisi lain, katanya, adalah persoalan lingkungan. Kyku berpandangan, bagaimana dukungan lingkungan sekitar pun sangat berperan untuk menjembatani seorang perempuan yang ingin berkembang. Terutama, menurutnya, dukungan dari keluarga.

"Dukungan dari lingkungan, terutama keluarga dan orang-orang terdekat memang menentukan," katanya lagi. "Selain, pendidikan yang memadai, karena pendidikan ini membantu seorang perempuan untuk bisa meraih apa yang menjadi cita-cita mereka. Pendidikan membantu seorang perempuan untuk berkembang, dan bisa menjadi sosok yang lebih baik."

Kyku juga bercerita tentang pengalaman pribadinya dari kecil. "Sejak kecil, Papa selalu mengajarkan untuk menjadi perempuan yang tidak hanya mementingkan kecantikan, tapi memiliki pendidikan dan juga keberanian untuk hal apapun," Kyku bercerita panjang lebar.

Terkait pentingnya bagi perempuan mengasah keberanian, karena menurutnya perempuan memang membutuhkan mental pemberani.Terlebih di balik kelembutan kaki seorang perempuan, tetap saja ada saja jalan-jalan menanjak di depan, harus menapak ke atas, mendaki dan melewati jalanan kehidupan ganas, menerabas rerumputan penghalang hingga tuntas.

Itu juga yang menjadi pesan ayahnya dan masih sangat melekat di ingatannya. "Terutama, tentu saja, keberanian membela hal benar. Sepanjang sesuatu itu benar, tak ada yang perlu ditakutkan," ucapnya tegas.
Kyku bersama sahabat-sahabatnya dari berbagai negara saat di Jepang - Foto: Kyku
Di sisi lain, ia juga tak menampik bahwa ia sendiri memang sempat mengalami hal-hal yang menjurus pada pengekangan, terutama di masa remaja dan awal beranjak dewasa. Ia menunjukkan bagaimana ia sendiri juga pernah menghadapi situasi di mana hanya karena pacaran, seorang cowok justru mengekang, melarangnya untuk bekerja.

Kyku menilai pemandangan begitu masih banyak terjadi pada perempuan muda di banyak tempat, entah untuk sekadar melanjutkan pendidikan atau bekerja. Menurutnya hal itu bukanlah sesuatu yang tepat.

"Misal nih, dilarang pacar untuk bekerja atau melanjutkan sekolah karena ego pasangan yang tidak mau terlihat di bawah perempuannya," katanya. "Menurutku, itu sangat amat merugikan wanita untuk berkembang. Sudah selayaknya sebagai pasangan, semestinya dapat saling mendukung kemajuan bersama, bukan saling menjatuhkan."

Lebih jauh, saat ditanyakan di antara begitu beragamnya persoalan sosial dan kemanusiaan, mana yang paling menarik perhatiannya? Kyku tegas-tegas menyebut jika dirinya memiliki concern atas masalah sosial, terutama yang berhubungan dengan anak-anak.

Kenapa tertarik dengan dunia anak-anak? "Menurutku, anak-anak merupakan masa depan suatu bangsa," katanya lagi.

Sejauh ini, apa yang sudah dilakukannya, memang tidak sekadar mencari uang dan menikmati kehidupan glamor. Ia masih membuktikan tetap memiliki kepedulian terhadap isu-isu sosial.

Kyku pernah terlibat dalam kampanye cuci tangan, juga turut mengampanyekan seputar HIV/AIDS. Tak hanya itu, ia juga pernah berperan dalam kampanye seputar kekerasan anak dan perempuan sampai kampanye seputar kanker serviks.
Kehidupan glamor, bagi Kyku, bukan tempat untuk meninggikan diri - Foto: Kyku
Namun ia juga menegaskan tidak ingin berhenti di situ. "Sekarang, aku sedang merencanakan membangun sebuah gerakan untuk memberikan dasar-dasar bela diri bagi perempuan di lingkungan sekolah atau kerja. Harapannya, agar mereka dapat menjaga diri ketika ada ancaman pemerkosaan atau pelecehan seksual," ia mengungkapkan keinginannya.

Baginya, itu menjadi cara untuk membuktikan bahwa perempuan hari ini tidak melulu memikirkan diri sendiri. Perempuan pun mesti tetap saling menguatkan, lewat apa saja yang bisa dilakukan.

Tampaknya, begitu juga pesan yang ia tangkap dari sekian banyak tokoh perempuan yang ia kagumi. Yap! Kyku memiliki seabrek nama tokoh perempuan yang menginspirasinya.

Ia menyebutkan nama-nama seperti Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika, RA Kartini, Martha Cristina Tiahahu, Laksamana Malahayati.

Kyku juga mengaku mengagumi perempuan pemikir dunia seperti sosok legenda semisal Cleopatra, Eleanor of Aqutaine--salah satu perempuan paling berpengaruh di Eropa pada abad pertengahan, Sojourner Truth (aktivis perempuan Afrika yang memiliki nama asli Isabella Baumfree), Hellen Keller, Gabrielle Bonheur "Coco" Chanel (perancang sekaligus pencipta parfum Chanel No. 5), Mother Theresa, Hua Mulan, Michelle Obama sampai Hillary Clinton.

Nah! Ia juga berterus terang mengagumi dua sosok menteri yang terbilang paling berpengaruh di tanah air selama ini. "Ibu Sri Mulyani dan Bu Susi Pujiastuti," tunjuknya.

Baginya, memiliki figur yang dapat diteladani bisa memberikan banyak hal. Sebab ada banyak nilai yang dapat diambil dari mereka. "Kemauannya, kebaikan, dan keberaniannya untuk memberikan perubahan, benar-benar menginspirasiku!"

Di luar itu, selidik punya selidik, ada cita-cita yang juga masih dikejar olehnya hingga kini meskipun belum kunjung tercapai. Ya, ia ingin bisa menjadi bagian di salah satu lembaga di Persatuan Bangsa-Bangsa, yakni UNICEF.

Ya, perempuan muda yang baru menikah dengan komika Ge Pamungkas ini nyaris tidak membicarakan jabatan apa yang ia inginkan. Kyku lebih menunjukkan keinginan besarnya untuk bisa melakukan pengabdian kepada kemanusiaan. Itu alasan kuatnya hingga ingin dapat berkecimpung di lembaga PBB tersebut.

Tidak ada jalan mudah untuk sebuah cita-cita besar. Namun hampir selalu ada saja jalan-jalan tersembunyi dan hanya terlihat ketika terus melangkah. Jadi, Kyku pantas mendapatkan doa semesta, semoga terbuka semua jalan terbaik untuk ia mengejar cita-cita terbaiknya!***

EDITOR: Zulfikar Akbar (@zoelfick

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved