Banjir Jakarta dan Banjir Tagar #AniesDiMana di Linimasa - TULARIN >

27 April 2019

Banjir Jakarta dan Banjir Tagar #AniesDiMana di Linimasa

Banjir Jakarta dan Banjir Tagar #AniesDiMana di Linimasa


Banjir Jakarta kembali jadi sorotan berbagai media. Tak terkecuali di media sosial, banjir yang menimpa ibu kota jadi perbincangan yang memanaskan linimasa. Tagar #AniesDiMana bahkan menempati posisi pertama di trending topic di twitter.

Melalui tagar tersebut berbagai ungkapan kekecewaan warga Jakarta terlihat membuncah. Masyarakat mempertanyakan kemampuan Anies Baswedan sebagai gubernur dalam mengantisipasi hingga mengelola banjir yang terlanjur terjadi.

Pasalnya, Anies dinilai tidak mampu menunjukkan kinerjanya dalam menghadapi masalah yang rutin menimpa ibu kota. Tak pelak, ungkapan kekecewaan yang terindeks lewat tagar #AniesDiMana, akhirnya membanjiri lini masa saat Jakarta semakin dikepung oleh banjir.

Belum lagi karena pernyataan-pernyataan Anies terkait upaya menyikapi banjir dipandang tidak menyentuh esensi persoalan. Alih-alih menunjukkan langkah konkret, Anies lebih banyak mengemukakan pandangan semisal jangan buang sampah sembarangan, hingga tudingan bahwa berton-ton sampah dari luar Jakarta sebagai penyebab banjir.

Ia cenderung hanya mengarahkan telunjuknya pada pemicu masalah banjir, dan hampir tidak terdengar ide atau gagasan bagaimana memastikan banjir terkendali dan cepat surut.

Di tengah banjir yang terjadi, bahkan ada warga yang menjadi korban. Sebut saja Imas, yang merupakan seorang pemulung, menjadi salah satu korban yang tercatat meninggal dunia pada banjir yang terjadi kali ini.

Imas mewakili pemandangan yang mewakili buruknya penanganan banjir di Jakarta.

Di luar cerita yang menimpa Imas, terdapat 2.942 warga terpaksa mengungsi lantaran pemukiman yang terkepung banjir, terutama yang berdomisili di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan.

Pasalnya, sejak Jumat (26/4/2019), Sungai Ciliwung yang membelah Jakarta tak kuasa menampung volume air yang semakin besar hingga meluber dan mengarah ke pemukiman warga.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, warga yang mengungsi tersebut berada di 16 titik. Dari jumlah itu, sebanyak 14 titik pengungsian jadi sasaran warga Jakarta Timur, dan dua titik lainnya untuk warga Jakarta Selatan.

Sedangkan terkait lokasi banjir, menurut BPBD DKI, per Sabtu (27/4/2019), sudah terdapat 18 titik yang terkepung banjir. Sebanyak 14 titik berada di Jakarta Timur dan 4 titik lainnya di Jakarta Selatan.

Efek banjir bahkan juga menimpa hingga ke area tol. Terutama Tol Jakarta-Serpong sempat mengalami macet total. Tak pelak, pemandangan-pemandangan tersebut memicu kekecewaan warga Jakarta yang akhirnya hanya dapat diluapkan lewat lini masa. Anies di mana?***

Penulis: Tim Redaksi
Sumber Foto: Tempo


Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved