Ini Gunjingan tentang Orang-orang Terkenal - TULARIN

31 Januari 2019

Ini Gunjingan tentang Orang-orang Terkenal

Ini Gunjingan tentang Orang-orang Terkenal



Banyak yang tergila-gila menjadi orang terkenal. Tak sedikit juga yang tergila-gila untuk dekat dengan orang terkenal. 

Apakah itu adalah masalah? Tidak juga. Tergila-gila itu 'kan semacam kegilaan yang masih ada peluang disembuhkan sendiri. Kira-kira begitulah. Maka itu, jika Anda sempat tergila-gila, entah menjadi orang terkenal, dekat dengan orang terkenal, jadi bukan masalah. 

Sebab, walaupun memang tidak semua orang terkenal adalah orang yang terkenal kebaikannya, setidaknya mereka bisa memperkenalkan banyak hal. Bahkan jika seseorang terkenal dengan keburukannya pun, memberikan kita sebuah "model" bagaimana bangunan "diri kita sendiri" mau dibangun; mau seperti doi atau tidak?

Adalah sekali dua, aku juga berkenalan dan akrab dengan beberapa orang terkenal. Tapi, tiap kali bertemu mereka, yang terbetik di benakku, sebenarnya apa sih yang mereka kenalkan hingga mereka terkenal?

Jadi tidak penting lagi, seberapa terkenalkah seseorang, melainkan seberapa penting sesuatu yang selama ini ia perkenalkan kepada banyak orang. 

Ada orang terkenal karena rajin mengenalkan alias memberitahukan apa saja yang sudah ia punya. Ada orang terkenal karena acap memperkenalkan ide-ide besar. Ada juga yang terkenal karena rajin mengenalkan sesuatu yang baru. 

Nah, kalau Anda sendiri terkenal, apakah yang mau Anda perkenalkan? 

Eh, itu bukan pertanyaan yang cuma saya lemparkan kepada Anda, tapi juga saya lempar ke kepala sendiri. Sebab, kalau disimak-simak, tidak semua orang terkenal itu benar-benar menjadikan keterkenalan sebagai tujuan. 

Banyak juga dari mereka justru bangga ketika pikiran-pikiran, ide-ide, gagasan-gagasan mereka lebih dikenal banyak orang. Entah ia desainer, make-up artist, atau apa sajalah, hanya merasakan kebanggaan ketika apa yang mereka hasilkan dikenal oleh banyak orang.

Ini bukan sekadar bahwa dari keterkenalan seperti itu lantas mereka bisa mendapatkan banyak uang, karena apa yang mereka hasilkan jadi buruan banyak orang. Tidak sekadar itu. Namun, terpenting lagi ada kebaikan dari apa yang mereka hasilkan dan itu jadi ilham bagi banyak orang.

Setidaknya itulah yang saya tangkap dari beberapa orang terkenal yang pernah saya kenal. 

Terkenal bukan segalanya. Menjadi orang terkenal pun bukan segalanya. Maka itu, terkadang saat bertemu dengan beberapa orang terkenal, meminta foto bersama pun saya ogah. Kenapa? Sebab kita yang tidak terkenal atau belum terkenal amat ini pun perlu juga menegaskan siapa kita. Terlihat sombong sedikit, tidak apa-apa. Setidaknya di sana kita bisa perlihatkan lagi kepada mereka, kita itu setara, dan isi perut kita sama-sama berisikan tinja.

Sebenarnya saya mau ngomong apa di sini?

Ya, ini soal orang-orang terkenal. Bukan juga, sih. 

Ini lebih ke soal sejauh mana kita menghargai orang, juga diri sendiri. Jangan sampai Anda menghargai orang, lupa menghargai diri sendiri. Atau, jangan juga menghargai diri sendiri, sampai lupa menghargai orang. Eh, itu kan bukan orang terkenal, ngapain mesti gue hargai? Ya, enggak begitu jugalah. 

Sebab ada juga orang-orang yang tidak terkenal, namun mereka rajin memperkenalkan cara menjadi orang baik. Mereka rajin mengenalkan pikiran baik, dan hanya menonjolkan itu saja, tanpa menonjolkan diri. 

Jadi, kalaupun Anda memiliki banyak orang terkenal yang Anda kenal, jangan merasa berada di atas orang lain. Biasa sajalah. 

Apalagi, banyak orang-orang terkenal itu masih bisa bersikap biasa-biasa saja. Bahkan mereka tidak berlagak sebagai orang terkenal. Lha, masak kita yang baru sekadar dekat dengan orang terkenal bisa lebih pongah daripada mereka. Biasa sajalah.

Jangan bikin dinding antara orang terkenal dengan orang-orang yang tidak terkenal. Sebab, dari masing-masing mereka, ada banyak hal yang bisa kita pelajari. Ada banyak yang bisa kita jadikan inspirasi. Bukan sekadar untuk terkenal, namun untuk lebih mengenal banyak gagasan, kreativitas, hingga dedikasi mereka atas apa yang mereka perjuangkan. 

Uhm, kubaca-baca ulang, beberapa kalimat di atas mirip-mirip gayaku menceramahi adik-adikku yang empat di antaranya lebih dulu kawin dibandingkan aku sendiri. Curhat Om?
 
Ini kok lari semakin jauh dari apa dibicarakan di atas? Tidak jauh-jauh amat, tapi begitulah kira-kira yang berkelebat di pikiranku.

Intinya sih begini, kubicarakan soal orang-orang terkenal di atas cuma sebagai jembatan saja untuk sebuah pesan, bahwa mengenal diri sebaik-baiknya jauh lebih baik daripada sekadar berbangga sudah seberapa banyak orang terkenal yang kita kenal dekat. 

Apalagi jika kita larut dalam kebanggaan, entah menjadi orang terkenal atau dekat dengan orang terkenal, tapi kita semakin tidak mengenal apa yang terbaik yang bisa kita persembahkan selama masih bernapas, ya tak ada gunanya juga. 

Lagipula, kelak yang paling diingat oleh orang-orang bukan seberapa terkenalkah kita, atau seberapa banyak orang terkenal kita kenal, namun sebagai manusia macam manakah kita dikenal. Uhm, agak mirip kuliah subuh, ya? He he he. Sudahlah.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved