Harapan dalam Hujan Awal Tahun - TULARIN

02 Januari 2019

Harapan dalam Hujan Awal Tahun

Harapan dalam Hujan Awal Tahun

Hujan mengawali tahun ini. Saat kembang api menantang langit Jakarta, hujan pun turun. Tidak terlalu deras, namun cukup mampu bikin badan basah kuyup dan menggigil.

Sebagai orang yang tidak saleh-saleh amat, saya mencoba berdoa saja. Ya, mendoakan supaya kesejukan mengawali tahun ini menandai kesejukan sepanjang tahun ini.

Doa yang keluar lantaran melihat inilah tahun di mana persaingan di dunia politik semakin memanas. Pertarungan ide hingga propaganda pun bisa saja semakin beringas. Kalau pemilik hujan, Tuhan, berkenan, mudah-mudahan kesejukan lebih kuat menguasai pikiran banyak orang di negara ini.

Bagaimana tidak, demi politik, bukan rahasia lagi jika di mana-mana banyak yang membenarkan fitnah. Bahkan agama pun yang sejatinya mulia turut diseret-seret untuk membenarkan fitnah.

Agama direndahkan justru oleh orang-orang yang paling rajin meneriakkan diri sebagai pembela agama. Sejarah agama yang banyak menunjukkan alasan di balik kehadiran agama untuk membantu manusia lebih baik, justru belakangan terlihat jauh dari alasan-alasan itu.

Bahkan rumah-rumah ibadah sudah sering disulap menjadi tempat untuk saling mencela dan menghasut. Tempat di mana semestinya bisa untuk mencari ketenangan, justru telah berubah menjadi tempat yang kian memperkeruh pikiran.

Ingatanku terlempar ke masa kecil di mana masjid sampai musala benar-benar untuk beribadah atau belajar segala sesuatu tentang agama. Belajar tentang kebaikan di sana. Menghayati kenapa perlu ada agama, kenapa agama dibutuhkan, dan diperlihatkan bahwa yang Mahabaik menginginkan manusia yang mengaku beragama juga mampu menjadi manusia baik.

Makin ke sini agama semakin terlihat diremehkan oleh mereka yang paling sering membawa simbol-simbol agama. Membawa nama agama, namun yang ditebarkan adalah kebencian, dendam, hasutan, hingga fitnah-fitnah.

Kasihan. Sangat kasihan.

Sedangkan melempar kritikan kepada mereka yang berperilaku merendahkan agama dengan perilaku-perilaku yang keluar dari pesan agama yang menginginkan kebaikan bagi siapa saja, masih berisiko.

Belum lama, saya melempar kritikan terhadap perilaku sekelompok orang yang mengaku sebagai kelompok pembela agama, hinaan sampai fitnah pun dilemparkan tanpa perasaan berdosa. Luar biasa.

Maka itu, rasa kasihan atas pemandangan seperti itu membuat saya cuma bisa meluapkan di media sosial, "Tuhan, mereka yang merasa dirinya jauh lebih dekat dengan-Mu, perilakunya kok gini amat!"

Ya sudahlah.

Cuma bisa kembali pada doa disinggung tadi. Hujan di awal tahun ini, mudah-mudahan membawa kesejukan hingga akhir tahun, agar yang terbiasa berpikiran panas bisa lebih dingin, dan yang mudah terbakar dapat terhindar dari kebakaran atau membuat segalanya musnah dengan apinya. (Gbr: Terkini.Id)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 TULARIN | All Right Reserved