dunia lain untuk bicara

12 Desember 2017

LANGSUNG DIBUKTIKAN SAJA DI PENGADILAN PAK SN


Sumber foto : kabar24 - Bisnis Indonesia

     
Perkara praperadilan Pak SN ini belum kelar-kelar juga sampai tulisan ini dibuat. Padahal saya sendiri dan tentunya banyak orang sangat menanti-nanti nasib kelanjutan perkara e-KTP. Kalau diamati sidang praperadilan dapat dibuat secepat mungkin diperoleh keputusannya. Namun entahlah apalagi yang membuatnya jadi lama.

Namun teman di samping saya, biasa dipanggil Ponggan kemudian berceloteh tentang diskusi praperadilan Pak SN ini. “Halah Bapak SN dan kuasa hukumnya itu ndak capek apa ngurusin praperadilan terus. Kok kayaknya ndak berani ambil resiko gitu ya orangnya. Kalau saya ibaratkan kalau berani menabur ya harusnya berani menuai dong. Apapun itu tuaiannya. Ini masak orang lain yang menuai capeknya dari perkara korupsi e-ktp ini”: coletehnya Ponggan

Kemudian Ponggan melanjutkan lagi :”apalah praperadilan itu, itu kan hanya membahas tentang kesalahan mekanisme atau apalah namanya. Harap maklumlah ya awak bukan orang jebolan sekolah hukum jadi ndak tahu istilahnya. Persoalan intinya tentang Pak SN ini korupsi tidak akan hilang kan? Malah Ponggan balik tanya ke saya. Jawaban singkat saya  :” ndak tahu saya. Saya juga bukan lulusan fakultas hukum kawan hehehehe. Maaf ya”. Ponggan kemudian berhenti berceloteh sambil menyeruput kopinya yang sudah mulai dingin.

Sebenarnya apa yang dicelotehkan oleh Ponggan benar adanya bahwa praperadilan itu hanya coba melihat permasalahan pada ranah mekanisme atau prosedur tapi tidak pada intinya yaitu tindak pidana korupsi e-KTP yang telah Pak SN lakukan. Apabila memang prosedur atau mekanisme yang salah, ya bisa saja kemudian KPK memperbaiki dan mengikuti prosedur yang betuk dan kemudian mengajukan tuntutannya lagi. Masak akan ada praperadilan lagi dan lagi?

Tiba-tiba Ponggan berceloteh lagi, seakan-akan mendapatkan energi dari kopi yang baru saja disruputnya. “Kalau gitu untuk apa Pak SN sibuk kali dengan urusan praperadilan, kenapa ndak langsung saja dia buktikan di pengadilan perkara korupsi e-KTP-nya kalau memang Pak SN tidak ikut-ikut korupsi. Aku kira itu lebih jentelement dan tidak buang-buang tenaga, pikiran dan anggaran”: pungkasnya. Waduh, ini makin ramai saja si Ponggan berceloteh, udah pakai kata jentelement lagi. Tapi betul juga yang dia katakan. Sejenak Ponggan terdiam, mungkin sedang berpikir tentang apa yang diucapkannya.

Menarik apa yang diungkapkan oleh Ponggan tadi. Mengapa tidak dibuktikan saja di pengadilan perkara tindak pidananya. Di pengadilan akan jelas tidak atau terlibatnya yang bersangkutan dalam perkara e-KTP tersebut. Saya kira untuk ke depan apabila ada pejabat publik atau siapa pun itu harus berani menghadapi resiko walaupun masih harus dibuktikan di pengadilan. Tidak perlu ada praperadilan lagi. Seperti kata Bang Iwan Fals dalam judul lagunya “hadapi saja”

Salam ***
Posting Komentar
Adbox