dunia lain untuk bicara

08 Desember 2017

Bicara Liburan Pastikan Persiapan Hingga Asuransi Perjalanan

“Libur telah tiba ... libur telah tiba ...” 
Ya, itu mungkin acap dianggap lirik lagu yang digemari anak-anak. Tapi urusan libur pastilah tak hanya menjadi milik anak-anak bukan? Kita yang dewasa pun acap menyambut kesempatan berlibur itu dengan gembira ria, jejingkrakan, berjoget-joget girang ... hingga dilengkapi musiknya Via Vallen. Lha ...

Hehe. Bicara libur tak boleh terlalu kaku bukan? Kudu luwes, seluwes Via Vallen saat ia sedang melenggak-lenggok dengan lirik-lirik lagu yang dia nyanyikan. Jika tidak, hati-hati saja, pikiran tegang, badan penat, dan kita pun lekas lelah. Maka kenapa, liburan itu diperlukan.

Baru-baru ini, saya turut hadir untuk mengintip obrolan seputar liburan. Kebetulan acara itu dibikin oleh Mobil123.com yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi MSIG. Tahu saja mereka, ini sudah dekat dengan akhir tahun, dan orang-orang sudah mulai lebih banyak memikirkan ingin berlibur ke mana daripada memikirkan mantan. Eh. 

Kok perusahaan asuransi bikin acara diskusi bertema liburan? Mungkin itu terbetik di kepala Anda. Tak hanya Anda, kepala saya juga sempat memikirkan itu. Apa perlunya berasuransi untuk berlibur?

Ya, iyalah. Apakah berlibur kemudian begitu saja kita akan aman dari kecelakaan dan sejenisnya? Tentu saja tidak. Berbagai risiko dapat saja terjadi. Maka itu pada Selasa lalu, saya pun antusias mengikuti acara tersebut.

Men! Walaupun acara itu dibikin perusahaan asuransi, namun mereka tak melulu membahas bahwa Anda wajib berasuransi. Mereka juga berbagi banyak hal bagaimana agar berlibur tetap berjalan sesuai harapan. Sebab kita berlibur itu untuk bersenang-senang, maka kenapa berbagai persiapan harus serius diperhatikan. Sebab teledor dengan itu dapat saja justru mengakibatkan berbagai hal di luar harapan.

Jadi, apa yang memang perlu diperhatikan? Yang jelas, bukanlah bagaimana sejuknya wajah mantan, sebab ini memang sudah harus dilupakan. Tatap masa depan, dan hidup pada realitas hari ini? Kok jadi lari-lari begini pembicaraannya? Ya, agar nalar kita bergerak, toh. Secara, lari-lari selalu saja menyehatkan, tak terkecuali jika Anda memutuskan untuk lari dari masa lalu, hehe.

Di acara tempo hari itu ada tips-tips memikat diberikan Bernard P. Wanandi, Vice President Director MSIG Insurance.

Penginapan
Jangan berpikir menjadi backpacker misalnya lantas Anda tak perlu memikirkan di mana ingin menginap. Sebab untuk tempat menginap menjadi satu hal penting Anda perhatikan secara serius. Kenapa? Karena berbagai kemungkinan di lingkungan yang tak familiar dengan kita jelas tak bisa diprediksi. Jadi, memastikan di mana menginap, bagaimana kriteria penginapan kita ingin, harus ditetapkan jauh-jauh hari.

Bagi para “mantan perjaka” seperti saya, dengan anak dan istri, pastilah tak mungkin bermuluk-muluk mengajak agar dapat mengambil cara sebagian besar backpacker, bahwa kita bisa tidur di mana saja karena bumi Tuhan itu luas. Tidak begitulah, kecuali “keperjakaan saya kembali” mungkin saja bisa begitu, tak memusingkan ingin tidur di mana saja.

Jadi, jika melibatkan anak istri untuk berangkat, maka penginapan yang layak pastilah harus dipertimbangkan. Hotel, misalnya, seperti apa yang ingin kita cari? Cukup yang murah sajakah? Atau, kita menginginkan hotel yang berfasilitas lengkap, memadai, dan tetap murah? Yang jelas, menentukan pilihan dan memiliki gambaran bagaimana penginapan yang kita inginkan, hotel yang kita sukai, harus ditetapkan sejak awal.

Selain hotel yang diburu itu harus selaras dengan standar kita; terutama standar kantong, juga tak bisa diremehkan soal di mana posisi lokasi wisata kita tuju dan di mana hotel itu berada. Saya pribadi, karena sering sok sibuk, acap meminta kepada istri untuk mencarikan hotel di mana, tarifnya berapa, standarnya seperti apa, dlsb. Ini kelebihan suami yang punya istri berlatar belakang karyawan bidang purchasing. Urusan pesan-memesan, dia ahlinya. Beda dengan suaminya, sering ogah membanding-bandingkan, dan acap membayar begitu saja setiap mendapatkan satu tawaran yang dirasa menarik—padahal jika belum sekelas Bill Gates dalam urusan kekayaan jangan coba-coba “jurus mabuk” ala saya, lebih baik ala istri saya, hehe. 

Dalam acara diskusi tempo hari itu Pak Bernard itu juga mengakui jika kemauan untuk membandingkan harga itu penting! Jadi terharu teringat istri saya yang lihai urusan banding-membandingkan ini—kecuali urusan tebal berewok saya dengan mantannya yang konon lebih klimis. “Biasanya di bulan Desember kan banyak hotel yang memberikan harga khusus,” kata Pak Bernard, dari MSIG.

Apa yang dikatakan Pak Bernard tersebut memang selaras dengan pengalaman saya sendiri. Saat akan bepergian istri sudah memburu hotel-hotel dari harganya bagaimana, fasilitasnya apa saja, dan seberapa mudah diakses? Tak kalah penting, apakah hotel tersebut memiliki tempat bermain anak atau tidak? Ini catatan wajib bagi saya sebagai seorang bapak (lalu bangga sendiri).


Urusan Transportasi
Dari pesawat hingga angkot mana yang ingin Anda gunakan sebaiknya harus diketahui pasti mana yang ingin Anda gunakan. Sebab bagi Anda pengguna asuransi, misalnya, pesawat yang Anda naiki hingga tiket angkot mana eh bus mana yang Anda gunakan di lokasi akan menjadi hal penting jika terjadi sesuatu—misal untuk kebutuhan klaim.

Tak hanya itu, dunia transportasi pun sekarang sudah menyediakan banyak pilihan bukan? Kalaupun Anda tak punya pilihan dalam urusan jodoh, misalnya, tapi percayalah dalam urusan transportasi sudah makin banyak yang bisa dipilih. Mana yang lebih nyaman, paling bisa dipercaya, sampai dengan yang paling peduli terhadap pelanggan.

Jangan sampai terjadi seperti seorang teman saya, ia bahkan sempat ditelantarkan oleh satu maskapai belasan jam. Walaupun kondisi ini bisa terjadi mendadak, tapi setidaknya memastikan transportasi yang punya rekam jejak terbaik pantas diperhitungkan.  Walaupun terkait ini urusan berapa isi dompet pun tak boleh dilupakan untuk dihitung.

Jangan lupakan yang di belakang
Apa yang di belakang? Tenang, ini bukan sedang ingin menyinggung soal Sundel Bolong yang konon memiliki bagian punggung yang bolong. Bukan? Ini lebih terkait dengan rumah kita sendiri saat kita bepergian agar tak dihuni Sundel Bolong. Eh.

Maksud saya begini, kepastian rumah terjaga dengan baik menjadi hal yang perlu dipikirkan. Jangan sampai terlalu menggebu-gebu bepergian, lantas bagaimana keamanan rumah nantinya tak diperhitungkan. Pak Bernard menyarankan agar semua kabel listrik di berbagai alat elektronik sebaiknya dicabut walaupun dikira aman.

Kulkas, AC, kipas angin, dan berbagai barang di rumah yang berhubungan dengan listrik, jangan dibiarkan “bermesraan” dengan listrik selama Anda pergi. Putuskan mereka! Seperti Anda memutuskan mantan Anda dulu, secara baik-baik agar tetap membawa kebaikan—ini jadi mirip gaya Pak Mario Teguh.

Dalam arti, selain mencabut kabel-kabel listri, pastikan juga tak ada hal-hal yang bisa memantik api atau memicu insiden berbahaya; entah disenggol tikus yang sedang kencan, atau ditabrak bapaknya tikus karena sedang mengejar anaknya yang berkencan di rumah orang tanpa permisi.

Selain itu barang-barang berharga pun perlu dipastikan sudah disimpan di tempat aman, dan takkan mudah diendus penjahat yang menyusup ke dalam rumah. Namun lebih baik juga jika Anda pun memastikan peluang akses maling masuk pun sudah ditutup. Seperti Anda menutup hati dari pencuri hati, halah kok jadi begini.

Pak Bernard juga menyarankan, meski belakangan media sosial begitu gencar, namun saat Anda bepergian sebaiknya tak perlu diumumkan di  Twitter, Facebook, dan lain sebaiknya bahwa rumah Anda telah kosong tanpa penghuni. Boleh, hanya jika Anda memberitahukannya beraroma horor, misalnya, “Rumah kami saat ini hanya ditinggali kunti!” mungkin calon penjahat pun masih berpikir seribu kali, itu juga kalau para penjahat memang percaya takhyul.


Jangan Remehkan Asuransi
Apakah Anda pernah meremehkan asuransi saat ingin bepergian? Sudah, lupakan jika pernah, seperti Anda melupakan mantan yang pernah dekat dengan Anda. Sekarang jangan Anda remehkan urusan asuransi, sebab seperti saya katakan di awal bahwa apa yang mungkin terjadi tak ada yang dapat kita ramalkan.

Kalaupun Anda ke dukun, si dukun hanya bisa memberitahukan berbagai kemungkinan berdasarkan isi lamunannya. Sedangkan keselamatan dan mengantisipasi berbagai kemungkinan, jelas bukan urusan lamunan. Ini lebih berkait dengan kewaspadaan dan kehati-hatian kita.

MSIG Travel Insurance sendiri memiliki paket yang diistilahkan Overseas Travel Insurance untuk Anda yang bepergian ke luar negeri, dan juga Domestic Travel Insurance khusus untuk dalam negeri. Dari kedua paket itu, untuk paket luar negeri maka Anda bisa mendapatkan santunan keterlambatan penerbangan per tiga jam sampai dengan risiko aktivitas-aktivitas out-door seperti kegiatan panjat tebing dan beberapa olahraga berisiko lainnya.

Walaupun ada juga jenis kegiatan luar yang tak masuk dalam kategori perlindungan karena berbagai alasan, dan ini dapat Anda tanyakan kepada pihak asuransi terkait. Atau, paling tidak bisa Anda buka situs mereka di www.msigonline.co.id.

Selain itu, asuransi disebut tadi pun tidak seribet cerita calon mertua yang mungkin pernah bikin Anda putus asa. Mereka menetapkan premi yang bahkan terbilang sangat murah, dan dimulai dari Rp 23 ribu. “Dari 23 ribu ini, Anda yang menjadi penggunanya memang berpotensi mendapatkan puluhan juta. Namun yang terpenting tentu saja agar perjalanan Anda dapat berlangsung nyaman dan tidak terbeban,” kata Bernard. Bagaimana persiapan kita?

Posting Komentar
Adbox