dunia lain untuk bicara

12 Desember 2017

AYO BERSAMA MENCARI AKAR PENYEBAB BANJIR JAKARTA

Banyak tempat dilanda banjir di Jakarta sore tadi, termasuk di jalan-jalan protokol, seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan HR Rasuna Said. Sandi menyebutkan, hal itu terjadi karena tingginya volume air hujan.
"Kalau penyebabnya ya volume air yang luar biasa banyaknya," kata dia. (http://www.tribunnews.com/metropolitan/2017/12/12/ini-kata-sandiaga-soal-banjir-yang-melanda-jakarta)

Sumber : Poskota News

Tulisan di atas merupakan statement dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, perihal banjir yang baru saja melanda Jakarta kemarin sore. Membaca statement ini kemudian memunculkan ingatan saya ketika memfasilitasi musyawarah kelompok ibu-ibu di Cianjur Selatan. Kala itu ibu-ibu sedang menemukan masalah kekeringan di beberapa desa di sekitar mereka. Setelah mereka menemukan masalah itu saya mengajak mereka menentukan apakah benar kekeringan itu menjadi sebuah masalah dengan beberapa pertanyaan, antara lain : 1) seberapa urgent masalah kekeringan itu? Mereka menjawab sangat penting dan emergency sekali karena ini menyangkut kehidupan manusia, hewan dan matapencaharian mereka (sebagian besar mereka berprofesi sebagai petani). 2) Bagaimana dampaknya? Mereka menjawab dampak sangat luas. 3) Apakah ada hubungan sebab-akibat? Di sini mereka agak sedikit kebingungan menjawabnya. Untuk pertanyaan ini di-pending dulu. 4) apakah masalah ini strategis? Pertanyaan ke 4 ini juga di-pending.

Saya kemudian menjelaskan pertanyaan nomor 3 tadi kepada ibu-ibu bahwa setiap masalah pasti ada penyebab dan pasti ada akibat. Nah, kekeringan tersebut apa penyebabnya? Itu yang perlu kita cari dulu akarnya dengan kata kunci Kenapa atau mengapa.  Kemudian saya lanjutnya menjelaskan pertanyaan nomor 4 kepada ibu-ibu bahwa maksud dari strategis adalah apabila permasalahan itu terselesaikan maka permasalahan lain juga akan terselesaikan. Contoh (harus pakai perumpamaan juga kalau ya ini hehehehe) : kalau masalah kekeringan teratasi maka persoalan kebutuhan air untuk rumah selesai maka untuk hewan ternak dan lahan/sawah juga akan selesai. Kurang lebih begitulah cerita pertemuan dengan ibu-ibu.

Saya kembali ke statement Bapak Wagub DKI Jakarta di atas. Beliau mengatakan banjir tersebut penyebabnya adalah volume air yang tinggi dan akibatnya air meluber kemana-mana. Benarkah? atau masih ada penyebab yang lebih dalam lagi? Misalnya pertanyaan saya,  mengapa volume air hujan menjadi tinggi? Pasti akan ada jawaban yang mengikutinya di belakang. Ini yang perlu diketahui akar penyebabnya.

Pertanyaan  mengapa dan mengapa inilah digunakan untuk mencari akar masalahnya. Pencarian akar masalah ini yang perlu dilakukan agar kejadian-kejadian banjir tidak terulang lagi. Untuk mencari akar masalah tersebut bukan pekerjaan gampang, perlu analisa yang mendalam. Tapi saya kira Pemda dapat melakukan itu dengan merekrut ahli-ahli di Indonesia. Kalaupun masih kurang bisa mengambil ahli-ahli dari negara kincir angin yang katanya daratannya lebih rendah dari permukaan laut.


Permasalahan banjir ini harus diselesaikan mulai dari akarnya. Kalau tidak, akan terjadi terus menerus. Saya analogikan banjir itu seperti sebuah pohon liar yang tidak berguna. Bila ingin membunuh pohon tersebut, maka akarnya harus ditemukan dahulu kemudian baru dicabut. Kalau hanya ranting, cabang atau batang kemungkinan tidak akan mati. Semoga akar yang kuat  dan sudah tertancap dan menjalar kemana-mana dari permasalahan banjir Jakarta ini dapat segera tercabut. Walaupun ini bukan pekerjaan yang satu atau dua hari selesai. Namun
masyarakat juga harus terlibat mencari akar dan solusi dari masalah banjir.
Posting Komentar
Adbox