dunia lain untuk bicara

18 November 2017

Lebih Akrab dengan Mobile JKN, Aplikasi Anyar untuk Peserta BPJS

Tak kurang dari 100 juta orang di Indonesia adalah pengguna telepon pintar. Cukup menjadi bukti, gawai yang kini hadir dengan berbagai bentuk telah akrab dengan sebagian penduduk di negeri. Menariknya lagi, sebagian besar dari penggunanya adalah kalangan muda. Inilah yang belakangan juga tak luput dari pantauan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sehingga meluncurkan aplikasi bernama Mobile JKN.

Mobile JKN itu sendiri adalah langkah diambil pihak BPJS untuk model bisnis versi digital yang biasanya hanya mengandalkan kegiatan administratif di kantor cabang atau fasilitas kesehatan yang ada. Mereka melihat bahwa perkembangan digital dapat membantu untuk memudahkan para peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat atau yang dikenal dengan JKN-KIS.

Dengan aplikasi Mobile JKN tersebut tak pelak, akses para pengguna akan lebih leluasa, tanpa harus disibukkan lagi harus berurusan dengan kantor terkait. Selain agar manfaat dari JKN pun dapat lebih meluas, tak hanya di perkotaan melainkan juga diharapkan dapat merambah hingga pedesaan.

Ini juga diakui Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, saat acara Grand Launching Mobile JKN, 15 November, baru-baru ini. "BPJS kesehatan pun tak ingin ketinggalan," katanya, menanggapi perkembangan dunia digital dan tingginya pertumbuhan aplikasi yang meningkat seiring kian ramainya pengguna telepon pintar.

Menurut Fachmi Idris, ide meningkatkan pelayanan terhadap peserta JKN KIS mendorong pihaknya untuk menciptakan aplikasi yang juga dapat diunduh dari Google PlayStore dan Apple Store itu. "Maka itu kami meluncurkan aplikasi Mobile JKN ini," kata Fachmi Idris, lebih jauh.

Aplikasi itu sendiri memang direkomendasikan untuk telepon pintar yang menggunakan sistem Android versi 4.0 ke atas dan sistem iOS 10. Dengan aplikasi Mobile JKN itu sendiri, peserta dapat melakukan registrasi pada menu yang tersedia, masuk dalam aplikasi, dan bisa menggunakan semua fitur yang ada di sana.

Untuk ini seorang pengguna harus memiliki satu surel atau email aktif karena setelah semua kolom terisi, maka sistem akan mengirim nomor verifikasi email tersebut dan nomor verifikasi itu harus ditulis kembali.

Di sana, setidaknya ada empat menu utama yang bisa dimanfaatkan oleh pengguna.

Pertama, adalah menu peserta yang terdiri dari fitur Peserta yang berisikan data kepesertaan seperti nama, nomor kartu JKN-KIS, kelas perawatan hingga faskes tingkat pertama sampai ke siapa saja yang menjadi tanggungan peserta; misalnya anak atau istri. Selain itu juga ada fitur Kartu Peserta yang menampilkan gambar kartu peserta JKN, dan tak ketinggalan dengan fitur Ubah Data Peserta untuk melakukan pengubahan data seperti pindah fasilitas kesehatan tingkat pertama atau FKTP, atau pengubahan data kepesertaan seperti nomor kartu BPJS Kesehatan, nomor telepon genggam, alamat email, hingga alamat surat.

Tak kalah penting, juga ada fitur Pendaftaran Peserta, yang memang disediakan untuk peserta yang ingin mendaftarkan peserta baru.

Di luar itu juga ada menu Tagihan, di mana ada di dalamnya fitur-fitur lainnya seperti Premi, Catatan Pembayaran, Pembayaran, hingga cek VA atau virtual account. 

Dengan catatan pembayaran, para pengguna aplikasi Mobile JKN dapat mengetahui berapa jumlah pembayaran premi hingga denda. Sementara fitur premi hanya bisa digunakan untuk peserta kategori peserta mandiri atau yang disebut Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), dan di sini dijelaskan tagihan iuran JKN-KIS yang harus dibayar.

Saya pribadi, sebagai salah satu pengguna JKN-KIS tidak membutuhkan fitur itu, lantaran memang semua premi dibayar  oleh perusahaan di mana saya sendiri bekerja. Jadi, memang di sana belum ada fitur yang memperlihatkan seperti apa transaksi yang dilakukan perusahaan kita bekerja dalam pembayaran tersebut. Kecuali bagi Anda yang memang menjadi peserta dan membayar sendiri, maka tentu saja akan lebih membutuhkan fitur tersebut.

Sedangkan lainnya juga ada fitur-fitur seperti Riwayat Pelayanan, Pendaftaran Pelayanan, hingga fitur Skrining yang dibutukan untuk mendeteksi gejala penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik, sampai dengan jantung koroner. Namun peserta harus lebih dulu menjawab pertanyaan untuk mendiagnosis kondisi kesehatan yang mencapai 47 pertanyaan.

Selain itu juga masih ada lagi Menu Umum seperti Info JKN, Lokasi, Pengaduan Keluhan, sampai dengan Pengaturan.

Lalu berapa banyak peserta BPJS dan JKN-KIS yang telah menggunakan aplikasi ini? Sedikitnya telah tercatat ada 1 juta pengguna yang memanfaatkannya lewat Android, dan ada 2 ribu user yang menggunakan versi iOS. Pihak BPJS sendiri memiliki keyakinan bahwa jumlah itu masih dapat meningkat lagi.

"Kami yakin ini akan meningkat jika melihat bahwa potensi ekonomi digital negara kita dan juga adanya komitmen dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pembangunan jaringan dan infrastruktur di wilayah Indonesia," kata Fachmi Idris, Direktur Utama BPJS Kesehatan.

Terlebih memang telah ada program seperti Desa Broadband, Program Palapa Ring, Refarming 4G, yang dinilai oleh pihak BPJS dapat bersinergi dengan program yang diluncurkan ini, yakni Mobile JKN. Dengan itu, Fachmi menilai bahwa seluruh penduduk Indonesia dapat lebih mudah mengakses JKN-KIS.. "Jadi nanti layanan JKN-KIS tak hanya menjadi milik penduduk perkotaan, melainkan juga menjadi milik penduduk di seluruh pelosok wilayah Indonesia," kata Direktur BPJS ini.

Anda tertarik untuk menggunakannya? Silakan searching Mobil JKN di Google PlayStore atau Apple Store!
Posting Komentar
Adbox