dunia lain untuk bicara

15 November 2017

Demi Piala Dunia, Kalender Kuliah di Rusia Dipersingkat

Piala Dunia 2018 memang baru berlangsung pada musim panas mendatang. Namun di Rusia, kesibukan sudah mulai terasa dari sekarang. Pemerintah setempat bahkan mengeluarkan perintah kepada beberapa perguruan tinggi di Moskow dan sekitarnya agar mempersingkat tahun akademik menjelang Piala Dunia berlangsung. Kebijakan itu dilakukan agar tempat-tempat yang dirasa perlu dapat ditempati oleh aparat kepolisian.
            
Keputusan itu sendiri sempat menuai protes keras dari sebagian besar mahasiswa di negara tersebut. Alasan di balik protes itu sendiri karena mereka berpandangan bahwa para mahasiswa sudah membayar uang kuliah untuk setahun penuh. “Ada ribuan mahasiswa yang memang sudah membayar setahun penuh, dan sekarang malah semester akan berakhir sebulan lebih cepat,” kata Vasily Mikhailov, pemimpin Persatuan Mahasiswa Rusia.
            
Memang, kebijakan tersebut membuat pihak kampus di berbagai universitas di Moskow dan sekitarnya harus mengakhiri jatah belajar sebulan lebih cepat. Biasanya satu semester akan berakhir di bulan Juni, namun kebijakan pemerintah tersebut membuat mereka harus mengakhirinya sebula lebih cepat.
            
Pihak Kementerian Pendidikan Rusia sendiri berpendapat jika sikap pemerintah yang memerintahkan agar jatah belajar berbagai kampus dipersingkat, bukan masalah. Salah satu unsur dari kementerian yang tak disebutkan namanya berujar jika keputusan itu sah-sah saja diambil karena pertimbangan tertentu. “Sebab ini sudah memenuhi standar resmi pendidikan, dan hak-hak pelajar pun tak ada yang terampas,” katanya.
            
Seperti diketahui, Piala Dunia 2018 akan mengambil lokasi di 11 kota yang ada di Rusia, dan akan berlangsung dari tanggal 14 Juni sampai 15 Juli 2018. Maka itu, dari pertengahan Mei, aparat kepolisian akan ditempatkan di asrama-asrama yang biasanya menjadi milik para mahasiswa, seperti dilansir surat kabar Kommersant, Jumat (10/11).
            
Penggemar sepak bola di Rusia 
Di sisi lain langkah meliburkan kegiatan belajar lebih cepat memang diambil oleh pihak Kementerian Pendidikan setelah melakukan rembuk dengan Organizing Committee Piala Dunia 2018. Kampus-kampus yang berada di kota-kota besar Rusia seperti Nizhny Novgorod, Yekaterinburg, dan Samara sudah mengikuti kebijakan itu dan mengubah jadwal pendidikan untuk semester itu.
            
Penolakan itu gencar berlangsung justru di kawasan kota besar lainnya seperti Saransk, yang memang mendesak organisasi terbesar mahasiswa Rusia agar menentang keputusan itu. “Mendesak para mahasiswa untuk meninggalkan tempat mereka tinggal, bahkan saat libur sekalipun, walaupun ada yang sedang melakukan magang atau bekerja, tetap saja itu ilegal,” kata Mikhailov dari organisasi mahasiswa.

            
Maka itu Mikhailov yang mewakili organisasi para pelajar itu juga menegaskan sudah menyampaikan surat keberatan kepada pihak kementerian, langsung kepada Dmitry Medvedev, Menteri Pendidikan Rusia. Setidaknya, kata dia, agar ada kejelasan terkait bagaimana langkah lanjutan yang diambil pihak berwenang agar tak ada yang terusik oleh keputusan tersebut. Sejauh ini belum ada respons yang jelas dari pihak kementerian kecuali dalih bahwa itu dilakukan agar dapat menangkal kemungkinan ancaman dari organisasi teroris.***
Posting Komentar
Adbox