dunia lain untuk bicara

16 November 2017

Argentina Kalah, Maradona Tawarkan Diri Jadi Pelatih Lagi

KRASNODAR – Pemain Arsenal yang tampil membela Nigeria, Alex Iwobi, membuat Argentina tertampar di Stadion FK Krasnodar, Rusia, Selasa (14/11) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB. Albiceleste yang unggul 2-0 lebih dulu dengan gol-gol Ever Banega dan Sergio Aguero, mendapatkan pukulan balik yang berawal gol balasan Kelechi Iheanacho, dan Iwobi sendiri mencetak dua gol.
            
Nigeria menang 4-2 di laga ini lantaran Brian Idowu pun turut menyumbang satu gol di menit ke-54. Kali pertama dalam sejarah tim dari negara Afrika tersebut mampu menaklukkan tim yang pernah menjuarai dua edisi Piala Dunia tersebut, Argentina. Sebelumnya sejak kali pertama kedua tim ini bersua di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, Albiceleste tak pernah terkalahkan.
            
Di laga kali ini yang juga ditandai ketidakhadiran Lionel Messi yang kembali lebih cepat ke Barcelona, Albiceleste terlihat tak berdaya dikepung para pemain Nigeria. Gol Iheanacho menjelang turun minum menjadi titik balik bagi negara Afrika tersebut, karena setelahnya, mereka tak lagi menurunkan intensitas serangan.
            
Javier Mascherano yang tampil di lini belakang bersama Pezzella dan Nicolas Otamendi, berterus terang sangat sulit untuk membendung gempuran pemain Nigeria. “Menghadapi tim yang memiliki kekuatan fisik seperti Nigeria, (kekalahan) bukan hal aneh, dan menjadi harga yang harus kami bayar,” kata pemain yang juga berkarier di Barcelona ini. “Mereka bergerak semua mengatasi kami, dan kami berusaha melawan balik, namun kami tak mampu melakukannya.”
            
Messi tak bisa tampil lawan Nigeria
Kabar buruk lainnya bagi Argentina adalah Aguero yang sempat disebut mengalami pingsan dan harus dilarikan ke rumah sakit. Namun belakangan, Jorge Sampaoli sebagai pelatih memberikan klarifikasi, penyerang Manchester City itu hanya mengalami kondisi melemah. Sebab sebelumnya sempat mengalami kecelakaan karena taksi ditumpanginya mengalami tabrakan, hingga cedera di bagian rusuk. “Sekarang dia baik-baik saja, dan setelah dari rumah sakit sudah langsung ke hotel,” kata Sampaoli.
            
Di luar itu, Diego Maradona terlihat gusar dengan rapor buruk Albiceleste di laga ini, dan ia sempat menyebut ingin kembali melatih timnas Argentina. Bahkan dia menunjukkan catatan statistik yang memperlihatkan persentase kemenangan tim itu lebih baik saat ditangani olehnya. Ia memang pernah memimpin Argentina dalam 24 laga, dengan 18 kemenangan dan enam kali kalah. Secara persentase kemenangan, di era dia paling tinggi, mencapai 75 persen.
            
Bahkan Maradona sesumbar di akun Instagram-nya bahwa dialah pelatih terbaik, yang terlihat ditujukan kepada pendukung Albiceleste. “Siapa yang mencatat persentase kemenangan lebih banyak? Mari kita simpulkan sendiri. Saya marah karena kita sudah membuat prestise kita miliki hilang begitu saja. Ini bukan cuma kesalahan pemain,” tulisnya, seraya menulis dengan huruf kapital bahwa dia ingin kembali melatih.
            
Maradona menangani Albiceleste persis di Piala Dunia 2010, namun Argentina saat  itu terjungkal di perempat final. Meskipun persentase kemenangan lebih tinggi, namun pencapaiannya masih di bawah Alejandro Sabella yang sempat membawa tim itu sebagai runner-up di Piala Dunia 2014, meskipun hanya mencatat 72 persen kemenangan dari 41 laga dipimpin olehnya.***






Posting Komentar
Adbox