dunia lain untuk bicara

08 September 2017

Duniahalal.com, Toserba Online di Tengah Masyarakat Muslim

Ketika di luar diriuhkan pemberitaan seputar keributan yang membawa-bawa nama agama, ada yang berusaha mengembalikan agama untuk hal-hal membangun. Saat agama dikesankan banyak orang sebagai sesuatu yang terlalu "melangit" mereka membawanya kembali menjadi terlihat tetap membumi. Itulah yang muncul dari kehadiran duniahalal.com, sebuah e-commerce marketplace yang berangkat dari prinsip religius; halal.

Bagi duniahalal.com, cerita seputar halal tak hanya sekadar sesuatu prinsip yang hanya berhenti pada teori-teori fikih, melainkan mereka melihat sebuah peluang di sana. Bahwa di Indonesia memiliki penganut agama mayoritas Muslim, dan dari sana mereka mengincar pasar. Sisi religius tetap terjaga, keuntungan pun berpotensi didapat.

Tampaknya ada kegelisahan masyarakat Muslim yang tertangkap dengan baik oleh mereka. Ya, penjualan daring yang acap sulit diketahui halal tidak sesuatu barang, mereka datang dengan membawa jaminan itu. Tak hanya memastikan barang yang mereka fasilitasi untuk diperdagangkan, namun mekanisme atau cara untuk transaksi pun harus dipastikan halal.

Inovasi yang dilakukan oleh pihak duniahalal.com tentu saja pantas diapresiasi. Pasalnya mereka sekaligus ingin menunjukkan jika hal-hal berbau agama tak melulu urusan hubungan dengan Tuhan semata, melainkan juga ada "muamalah" yang mengatur sisi hubungan sesama manusia; berbisnis tanpa lepas dari garis-garis ditetapkan agama yang saling menguntungkan, dan terjamin baik.

Beberapa hari lalu, Rabu (6/9), di Kedai 89, Kemang, Jakarta Selatan, pihak duniahalal.com mengenalkan konsep yang mereka angkat dari prinsip halal tersebut yang diselaraskan dengan tren e-commerce di Indonesia.

Dalam acara perkenalan yang juga menghadirkan influencer dan wartawan dari berbagai media itu, beberapa figur yang terkenal familiar dengan bisnis e-commerce ada di sana. Ada Ndang Sutisna yang merupakan Presiden Direktur PT Galaksi Dunia Halal yang membawa duniahalal.com, juga ada pemikir Muslim Indonesia, KH Ahmad Satori Ismail, di samping Managing Director duniahalal.com, Agung Sr.

Mereka menunjukkan keyakinan besar bahwa pasar Muslim di Indonesia memang menjanjikan. Selain karena masyarakat Muslim memang membutuhkan produk dan layanan yang memang terjamin sisi kehalalannya, juga kemudahan didapatkan masyarakat Muslim untuk mendapatkan berbagai kebutuhan lewat belanja daring/online.

Di sini, KH Satori Ismail berkali-kali menekankan jika konsep halal itu memang menjadi pesan penting bagi Muslim manapun. "Sebab untuk makan saja, yang kita butuhkan itu tidak sekadar kenyang. Hanya sekadar kenyang, hanya mendatangkan penyakit. Berbeda jika yang dikejar adalah keberkahan, tak hanya kebutuhan terpenuhi tapi juga bisa menjadi penyelamat dari berbagai keburukan," kata beliau, saat menjelaskan kenapa prinsip halal yang juga menjadi filosofi e-commerce duniahalal.com merupakan sesuatu hal yang penting.

KH Satori Ismail menggarisbawahi jika logika bisnis masyarakat Muslim memang seyogianya mengejar keberkahan, atau sisi baik dari segala sesuatu. "Dalam bisnis dan jual beli, satu hal yang memang harus dipastikan adalah halal," beliau menambahkan. "Sebab jika sesuatu terjamin halal, maka dapat dipastikan itu akan membawa kebaikan."

Itu juga diamini para penggagas duniahalal.com yang menyebut jika hal paling mereka inginkan tidak sekadar menangkap peluang pasar, melainkan juga dapat menebar satu nilai terpenting dari kehidupan masyarakat Muslim.

Apalagi memang, ada statistik yang menjadi acuan mereka yang bahwa dalam 10 tahun terakhir e-commerce Indonesia telah tumbuh sekitar 17 persen dengan total sekitar 26,2 juta usaha. Belum lagi adanya data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika bahwa per tahun 2015 saja nilai bisnis e-commerce Indonesia mencapai USD 3,56 miliar, atau berkisar Rp 46 triliun.

Catatan itu memang tak lepas dari menjamurnya bisnis e-commerce yang dapat dilihat dari masifnya toko online dan berbagai aktivitas beraroma bisnis yang tak lepas dari penggunaan internet sebagai media transaksi dan perdagangan. Di sini, ada lagi laporan Global Islamic Economy Report 2015-2016 yang menyebut bahwa pasar produk syariah atau produk halal di dunia bernilai lebih dari USD 1 triliun.

Duniahalal.com juga melihat pergerakan bisnis e-commerce itu secara meluas, di mana juga menyasar tak hanya makanan ataupun minuman, tapi juga merambah hingga perbankan, fashion, farmasi, kosmetik, hingga wisata halal.

"Perbankan mungkin sudah lebih dulu bergerak, dan mereka bisa bersaing dengan bank-bank konvensional," Agung Sr yang merupakan Managing Direktur duniahalal.com, menjelaskan. "Sedangkan dalam bisnis e-commerce, selama ini memang cenderung mengedepankan ketersediaan berbagai kebutuhan. Kami juga berkeinginan menyediakan berbagai kebutuhan, namun yang menjadi pembeda adalah kami mengedepankan sisi halal dari produk yang ditawarkan hingga transaksi."

Agung juga sempat menyebutkan jika pihaknya akan merangkul masjid di berbagai belahan Nusantara. Pasalnya, selain masjid sendiri memiliki tingkat kebutuhan atas berbagai hal semisal pengeras suara hingga sajadah, masjid juga merupakan sesuatu yang paling akrab dengan masyarakat Muslim. Maka itu, pengenalan duniahalal.com sendiri dipastikannya takkan menafikan kekuatan yang dimiliki oleh masjid.

"Kami memang mempertimbangkan secara matang ketika akhirnya kami memutuskan untuk memasuki ke pangsa pasar Muslim. Dengan 261 juta jiwa dan mayoritas adalah pemeluk agama Islam, berstatus pemeluk agama Islam terbesar dunia, maka kami melihat ini juga sebagai sebuah potensi ekonomi yang sangat besar," katanya, menerangkan.

Tak heran jika Anda sempat membuka situs duniahalal.com maka segala kebutuhan dari rumah tangga hingga kebutuhan kantor akan terdapat di sana. Tak terkecuali bagi kalangan perempuan yang memang akrab dengan fashion pun terfasilitasi oleh online marketplace tersebut. Artinya, mereka datang untuk menjawab kebutuhan pasar Muslim yang sejauh ini belum terjawab maksimal dari berbagai online marketplace yang lebih dulu ada.

Kenapa mereka terbilang sangat direkomendasikan, karena mereka yang berada di balik duniahalal.com pun bukanlah wajah baru di dunia e-commerce, dengan tim penggerak online marketplace ini pun berasal dari figur-figur yang memiliki kredibilitas bagus, dan memang memiliki latar belakang pengalaman teknologi informasi dan komunikasi.

Jadi, duniahalal.com menjadi "pasar baru" sekaligus "toko serba ada" tempat bertemunya pembeli dari kalangan masyarakat Muslim dengan para penjual yang juga telah dipastikan memiliki prinsip kuat dalam menyediakan berbagai kebutuhan yang terjamin kehalalannya. Well, jika selama ini sempat sangsi dengan mualamah yang belum jelas halal tidaknya, duniahalal.com justru bergerak dengan prinsip halal yang sangat jelas.

Apalagi, bagi Muslim manapun jangankan haram, yang tak jelas halal haramnya (syubhat) pun harus jelas. Duniahalal.com berangkat dari sana, untuk menyapa Anda lewat e-commerce marketplace.
Posting Komentar
Adbox