dunia lain untuk bicara

15 September 2017

Dari Asuransi hingga Taksi Disulap Jadi Kendaraan Seksi

Tidak semua yang bekas selalu buruk. Tak jarang, sesuatu yang acap dilabeli bekas justru menguntungkan. Setidaknya itulah clue yang muncul dari sebuah perbincangan santai bersama beberapa figur berpengalaman di bidang otomotif hingga asuransi traveling, di fX Sudirman, Selasa (12/9).

Well, sebagai pekerja media, dua topik itu tentu terasa sebagai hal seksi. Terlebih, selain di acara itu membincangkan seputar mobil bekas yang ternyata tak selalu identik dengan kendaraan "terbuang", juga ada obrolan seputar asuransi perjalanan.

Dalam perbincangan di salah satu kafe di mall bilangan Senayan tersebut, salah satu petinggi Blue Bird, Hery Sugiarto yang juga General Manager Blue Bird Used Card, turut mengutarakan berbagai sudut pandangnya seputar dunia otomotif, terutama terkait langsung dengan mobil bekas.

Hery banyak mengangkat petunjuk-petunjuk penting dalam memilih mobil bekas. Sambil, ia juga memperkenalkan situs bernama CAReady.co.id, yang memang berhubungan langsung dengan perusahaannya.
Berbagi informasi seputar otomotif hingga asuransi - Dok: Zulfikar Akbar

Pasalnya, pihak Blue Bird menjadikan situs tersebut sebagai wadah untuk menjembatani calon pembeli mobil bekas yang sebelumnya digunakan pihak perusahaan taksinya. Dari sanalah mereka mengakomodasi peminat mobil-mobil bekas dengan kondisi menjanjikan.

"Meski yang kami lempar ke konsumen adalah mobil bekas, namun kondisi kendaraan yang kami tawarkan tidak asal terlihat bagus," kata Hery. "Bahkan untuk unit Toyota New Limo, kami juga memiliki versi upgrade yang juga kami tawarkan ke pasar."

Saya pribadi memang sempat turut terkesima saat menyaksikan mobil-mobil yang pernah dijadikan tunggangan para sopir taksi seperti Silver Bird pun menjadi produk yang turut ditawarkan. Harga ditawarkan pun terbilang menggoda. Bagaimana tidak, beberapa kendaraan yang masuk kategori luks pun, hanya dibanderol di bawah Rp 200 juta.

Zatalie Gouw dinobatkan sebagai model untuk salah satu mobil eks Silver Bird
Hery juga sempat menjelaskan bagaimana mobil-mobil yang pernah menjadi angkutan taksi itu dimodifikasi dan diperbaiki hingga tetap terlihat luks dan elegan. "Seluruh atribut taksi dilepas, body mobil juga dicat kembali sesuai keinginan konsumen, dan mesin juga diperiksa dengan peralatan khusus. Kami memiliki peralatan itu yang memang telah menjadi standard kami di Blue Bird," katanya, seraya menegaskan jika mobil-mobil itu juga melewati quality control Blue Bird, selain interior kendaraan pun dipastikan dalam kondisi rapi.

Tampaknya Blue Bird kian aktif menyesuaikan pergerakan korporasi dengan perkembangan digital. Selain dalam berhubungan dengan jual beli kendaraan bekas, mereka juga telah memiliki aplikasi bernama My Blue Bird yang mengusung filosofi lewat tagar P45TIBlueBird. Aplikasi itu sendiri telah dirilis sejak 19 Mei 2016 lalu, versi baru, meski langkah ini sejatinya telah mereka tempuh sejak 2011 silam.

Kania didapuk jadi model untuk eks Blue Bird yang disulap elegan untuk tunggangan sehari-hari
Asuransi Perjalanan
Terkait permbicaran seputar asuransi, ada  Bernardus Priyono Wanandi yang merupakan Vice President Director-MSIG Indonesia, dan Enny, Senior Manager di departemen produksi PT Asuransi MSIG Indonesia.

Yap, acara bincang-bincang itu memang berangkat dari tema berhubungan dengan dunia otomotif. "Tips Memilih Asuransi Online dan Mobil Bekas". Bagi saya pribadi, obrolan seputar otomotif dan dunia asuransi menjadi hal memikat, lantaran memang selama ini jarang bisa mendapatkan gambaran terang dari kedua dunia tersebut.

Bukan rahasia, jika Anda pernah terlibat transaksi yang berhubungan dengan kendaraan bekas, lebih sering pihak penjual lebih menonjolkan kelebihan saja, dan acap tidak fair saat berbicara kekurangan dan kondisi terburuk mereka. Tak terkecuali berhubungan asuransi, acap kali agen asuransi menjanjikan hal yang terkesan indah, namun kemudian justru ruwet.

Maka itu, saat diskusi itu berlangsung, saya pribadi lebih mempertanyakan berbagai hal seputar kondisi terburuk dari pembicara yang memang berpengalaman di dunia tersebut. Di sana, saya lebih melihat perbincangan yang lebih terasa layaknya sahabat, daripada diskusi antara "penjual" dengan "calon pembeli".

Setidaknya itulah catatan penting, maka kenapa diskusi itu menjadi hal menarik bagi saya. Sebut saja saat Bernardus menyampaikan pendapat-pendapatnya seputar memilih asuransi, dia membeberkan hal yang memang cenderung mengedukasi alih-alih mengambil "cara umum" yang acap ditempuh agen asuransi.

Penampakan eks Silver Bird yang siap dilego dengan harga di bawah 200-an juta - Foto: Zulfikar Akbar
Bernardus tampak fair mengangkat berbagai pijakan dasar dalam memilih asuransi. "Untuk asuransi, di antara hal yang memang perlu diperhatikan adalah apakah asuransi tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan? Itu salah satu hal penting," kata Wakil Presdir MSIG Indonesia ini.

Selain itu Bernardus juga menggarisbawahi bahwa memastikan asuransi online terdaftar di OJK itu menjadi salah satu hal paling penting. "Selain, juga harus memastikan seperti apa reputasi perusahaan asuransi terkait," pria yang acap disapa Bernard ini menambahkan. "Pengalaman perusahaan asuransi dan profesionalisme mereka secara internasional hingga cara pembelian yang mudah dan pembayaran dan aman."

Nah ini sekumpulan mantan perjaka yang menculik perawan ke sarang penyamun hehe - Dok: Zulfikar Akbar
Patut dicatat, PT Asuransi MSIG Indonesia sendiri adalah anggota grup asuransi MS & AD, yang memang telah beroperasi hingga 40 tahun di Tanah Air. Secara internasional, mereka juga bernaung di bawah MSIG Asia.

Hal menarik dari MSIG adalah konsep yang mereka usung yang memang berorientasi memudahkan calon nasabah mereka. Artinya, transaksi dilakukan cukup hanya lewat daring (online), tanpa perlu menunggu lama untuk penerbitan polis. Di samping, sisi keamanan pun dipastikan terjaga, lantaran informasi pribadi nasabah mereka akan disimpan ketat, terutama berkaitan dengan kerahasiaan data polis. Artinya hanya pemilik akun yang sudah diverifikasi saja yang dapat mengakses data-data tersebut.

"Kami memang ada untuk konsumen di Indonesia yang belakangan gemar bepergian ke luar negeri, traveling," kata representatif MSIG, lainnya, Enny. "Sebab bagi siapa pun yang sering ke luar negeri, maka kepastian mereka terjamin di sana akan menjadi prioritas untuk mengasuransikan diri."

Menurut Enny lagi, bahkan dalam kaitan dengan keterlambatan penerbangan saja, pihaknya memberikan perhatian penting. "Kami memberikan santunan keterlambatan penerbangan itu setiap tiga jam, setelah melihat bahwa sebagian perusahaan asuransi lainnya kerap kali lebih lama baru dapat memberikannya," Enny menambahkan.*



Posting Komentar
Adbox