To Learn and Inspiring

Pengunjung

Pesan dari Kalijodo yang Telah Berganti Wajah

Dulu, Kalijodo menjadi salah satu tempat yang menjadi sumber penularan berbagai penyakit, terutama kelamin. Pasalnya, puluhan tahun, kawasan tersebut menjadi tempat prostitusi. Kini, tempat ini telah menjadi tempat yang memiliki atmosfer lebih  sehat, lebih dinamis, dan dipenuhi keriangan warga sekitar yang memadati tempat ini untuk bermain dan bercengkrama.

Sejak Kalijodo ada dengan segala wajahnya hingga berganti wajah, baru di awal Juni 2017 inilah saya berkesempatan tiba di tempat ini. Bisa menyaksikan masyarakat yang memanfaatkan waktu luang berbagi keceriaan hingga berdiskusi di lokasi ini.

Kebetulan, Kementerian Kesehatan lewat Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat (Puspromkes), bersama puluhan sahabat yang beraktivitas sebagai blogger mendapatkan undangan diskusi di lokasi ini.

Tampaknya pihak Kemenkes dan Puspromkes sekalian ingin membantu menunjukkan betapa tempat tersebut telah berubah jauh lebih sehat, dengan aktivitas sehat, dan kebiasaan sehat. Alhasil, saya yang menjadi bagian dari para undangan di lokasi tersebut, bersama-sama  lesehan di satu pojokan yang biasa digunakan kalangan remaja bermain skateboard.

Tak ada sekat. Para pejabat dari Kemenkes pun membaur dengan para peserta yang sehari-hari memang bergerak sebagai aktivis blog dan getol berbagi berbagai hal bermanfaat untuk publik.


Beberapa nama blogger yang terkenal aktif seperti Elisa Koraag, Satto Raji, hingga Wardah Fajri, hingga beberapa nama lainnya turut hadir di  acara tersebut. Djuleha, Atanasia Rian, Nuryanti, Charles Imanuel, Uci, Dian Anthie, Kurnia Amelia, Rachma Febriantie, Sithie Nurjanah, Maya Siswadi, Mia, Windah Tsu, Andri Mastiyanto, Tati Suherman, hingga Evi Fadilah, turut meramaikan diskusi bertajuk Ngabuburit Sehat tersebut.

Mereka tampak antusias mengikuti diskusi itu, terlebih sebagian besar memang berstatus masyarakat urban, yang hampir saban tahun tak dapat melewatkan rutinitas mudik.

Ya, obrolan sepanjang sesi diskusi itu memang tak jauh-jauh dari mudik. Sorotan yang mengemuka dalam diskusi itu adalah dinamika sebagian pemudik yang acap mengabaikan persoalan kesehatan sebelum menceburkan diri dalam perjalanan panjang bernama mudik.


Maka itu dr H.R Deddy Kuswenda M.Kes yang merupakan Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, berikut drg. Kartini Rustandi M.Kes  yang merupakan Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga menjadi pemateri obrolan menjelang sore tersebut.

Dr.Deddy mengetengahkan seputar ajakan agar para pemudik betul-betul memberikan perhatian serius pada masalah kesehatan. Sebab, menurutnya, selama ini akibat dari kelalaian atas faktor ini membuat sebagian pemudik harus menanggung risiko yang sejatinya masih dapat dihindari.

"Selama ini memang itu sering terjadi dan kerap terulang karena sikap sebagian kita yang mengabaikan pentingnya memastikan kesehatan dan  berbagai persiapan untuk mudik," kata dokter Deddy, menjelaskan. "Jadi itu kenapa sering terjadi berbagai kasus di sela-sela mudik, dari kecelakaan hingga berbagai risiko lainnya. Seharusnya itu masih dapat diantisipasi, sehingga kemungkinan buruk itu tak terjadi."

Sementara drg. Kartini juga mengingatkan perlunya perhatian pada semua hal yang dapat membantu keselamatan saat perjalan ketika mudik. "Sebab yang betul-betul paling bertanggung jawab atas keselamatan dan kesehatan kita, ya kita sendiri," kata pejabat Kemenkes tersebut.

Kartini juga mengingatkan, terutama untuk para pengemudi, dalam aktivitas mudik hingga balik, merekalah yang paling menentukan keselamatan penumpang yang berangkat bersama mereka.

"Jadi, paling tidak para pengemudi itu harus cukup memerhatikan kondisinya. Misalnya, per empat jam harus memastikan kesehatannya dengan cara mengeceknya," kata Kartini, yang juga menyebutkan bahwa pemerintah, termasuk Kemenkes, turut membantu menyedikan fasilitas dibutuhkan terutama di terminal-terminal yang ada di berbagai titik di lintas provinsi.


Pengecekan itu, menurut Kartini, menjadi hal penting karena jika disepelekan rentan membawa pengaruh buruk seperti kecelakaan lalu lintas sangat rawan terjadi. "Sementara mereka bertanggung jawab atas sejumlah penumpang yang menggantungkan keselamatan kepada mereka," kata pejabat Kemenkes asal Jawa Barat tersebut.

***
Tak kurang dari tiga jam, diskusi itu berlangsung di tengah atmosfer Kalijodo yang makin dipadati para pengunjung dengan berbagai aktivitasnya.

Sebagian anak-anak berlarian, bersepeda, atau sekadar bercengkrama dengan orang tuanya. Di akhir obrolan menjelang senja itu, pesan penting yang menjadi imbauan pemateri di acara itu, berilah perhatian pada kesehatan sendiri. Selain agar dapat menjalani puasa dengan tenang, nanti ketika mudik pun tak sampai terkendala karena sikap acuh tak acuh diri kita sendiri.

Diskusi ini makin menguatkan atmosfer positif dari Kalijodo yang pernah mendapatkan cap buruk di masa lalu, kini berubah semakin baik.

Di sini, tak sekadar hanya dapat digunakan untuk berbagai aktivitas publik secara fisik, tapi ternyata ini pun dapat digunakan untuk diskusi dengan nyaman di bawah langit Jakarta yang terasa lebih ramah dan manusiawi.*




Share:
Posting Komentar

Artikel Apa yang Anda Ingin Diperbanyak di Situs Ini?