dunia lain untuk bicara

07 Mei 2017

Di Manado, di Depan Anak yang Mengejar Mimpi Layaknya Liliyana

Hari pertama di Manado. Ya, setelah Makassar, kota inilah di Sulawesi yang saya sambangi. Cukuplah membantu mengobati lelah, meski ke sini pun tetap saja untuk menjalani tugas selayaknya awak media; meliput, menyatroni narasumber, dan berkeringat.

Kedatangan kali ini, seperti kedatangan kali pertama ke Sulawesi sebelumnya, pun karena undangan dari PB Djarum. Di sini saya bisa menyaksikan bagaimana anak-anak belasan tahun berburu cita-cita untuk menjadi pebulutangkis dunia. Di sini anak-anak mengenal arti tiap tetes keringat, dan gembira bersama peluh yang tercurah; karena membayangkan mereka ingin menjadi apa di masa depan.

Di kota Manado ini, nama Liliyana Natsir memang sangat kuat menancap di pikiran masyarakat. Bagi mereka, Liliyana tak hanya perempuan, tapi telah menjadi satu sumber inspirasi mereka, sekaligus penyemangat bahwa tak ada mimpi yang sia-sia, tak ada cita-cita yang tak memiliki harga.

"Saat Liliyana meraih gelar di Rio pada 2016 lalu, dia tak lupa untuk pulang ke sini," Jelo, seorang teman wartawan lokal di sini, berkisah. "Dia saat itu diarak keliling kota Manado. Itu yang saya rasa bikin penduduk di sini pun terinspirasi, sehingga mereka pun tergerak dan termotivasi untuk mendukung anak-anak untuk terjun ke dunia bulutangkis."

Penuturan Jelo memang tak mengada-ada. Lius Pongoh hingga Christian Hadinata sebagai legenda di dunia bulutangkis Indonesia pun mengakui hal itu. "Bahkan peserta putri pun jadi makin banyak yang mengikuti audisi bersama kami," kata pemilik julukan Si Bola Karet, Lius.

"Kami memang berharap prestasi Liliyana Natsir pada 2016 lalu itu menjadi penambah semangat bagi adik-adik peserta audisi ini," kata Christian.

Mereka sepakat mengakui bahwa Manado adalah kota yang punya harapan dalam olahraga tersebut. Animo tinggi dan semangat penduduk setempat untuk berprestasi melebihi Liliyana, dinilai menjadi modal penting, yang bisa menjadi jembatan anak-anak setempat untuk mengejar impian.

Ya, di tengah hangatnya udara Manado, kehangatan diperlihatkan penduduk kota ini, lewat senyum dan semangat mereka untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak; memberikan semangat dan dukungan untuk mereka mengejar sebuah impian yang sudah di depan mata, meski dari ratusan anak yang mengikuti audisi itu, tak semuanya akan mendapatkan itu. Tapi semangat itu tetap menjadi api yang penting untuk mereka nyalakan sewaktu-waktu
Posting Komentar
Adbox