To Learn and Inspiring

Pengunjung

Taman Literasi antara Game Anak dan Edukasi

Di antara banyak hal paling menyenangkan itu adalah melihat anak-anak tertawa. Mereka mampu menularkan kegembiraan  hanya lewat tingkah mereka yang apa adanya. Itulah yang terpampang di acara launching Taman Literasi yang juga berlokasi di Taman Mataram, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kehijauan Taman Mataram itu sendiri menjadi tempat bagi penggagas acara, Prudential Indonesia, mengadakan kegiatan untuk anak-anak tersebut.

Di sana, anak-anak beradu bakat, memamerkan kemampuan mereka bekerja sama, dan memperlihatkan keunikan khas mereka; menyelesaikan persoalan dengan gembira.

Ya, kenapa ada cerita kerja sama dan persoalan? Ya, karena di acara itu sendiri pihak Prudential sebagai penyelenggara acara menggagas permainan untuk anak-anak tersebut, terutama bagaimana mengatur keuangan.


Edukasi. Itulah yang terpampang di acara bertajuk Taman Literasi tersebut. Konsep yang ditawarkan terbilang unik dan memikat. Lewat permainan itu, anak-anak diajak untuk bertanggung jawab, bahwa jika mereka mendapatkan uang harus bisa menggunakan sebaik-baiknya.

Prudential menciptakan game di lokasi acara, sedikit mirip permainan "Monopoli" tapi dilakukan di sebuah lapangan. Bedanya lagi dengan Monopoli, anak-anak itu tak harus berspekulasi, melainkan mendapatkan gambaran fakta yang lebih jelas.

Bagaimana mereka menyiapkan diri, bagaimana membangun pikiran yang tepat di depan persoalan berhubungan dengan uang, itulah yang diperkenalkan pihak penyelenggara acara kepada anak-anak di acara tersebut.

Istimewanya lagi, anak-anak tersebut membuat para petinggi Prudential dari London pun terkagum-kagum dengan aksi-aksi mereka.


Di acara itu, Paul Menduca yang menjadi Chairman Prudential PLC dari London menjadi salah satu yang turut menyaksikan pemandangan di Taman Literasi tersebut. Ia bahkan dibuat terkekeh-kekeh dengan kelucuan anak-anak yang mengikuti rangkaian acara di lokasi.

Meski di sana para anak-anak itu diajak bermain lewat permainan edukasi, tapi pihak Prudential tampaknya tak main-main. Figur-figur sentral di perusahaan tersebut turut menyaksikan rangkaian acara yang memang kental dengan dunia anak-anak tersebut.

Tampaknya, perhatian pada pendidikan usia dini diterjemahkan pihak Prudential sebagai konsep yang memang ideal diakrabkan dengan anak-anak tersebut, di antaranya adalah mengenalkan bagaimana mengatur keuangan lewat permainan juga dari dini.

Maklum, sedikit merujuk teori-teori manajemen, kemiskinan yang banyak terjadi di negara berkembang acap terjadi lantaran sikap mental yang keliru. Banyak yang lebih mengejar keinginan hingga melupakan apa yang menjadi kebutuhan. 

Nah, permainan yang disuguhkan di Taman Literasi itu terlihat bertujuan untuk mengakrabkan anak-anak dengan pemahaman penting, agar dapat membedakan dengan baik antara mana yang sekadar sebuah keinginan dan mana yang menjadi kebutuhan.

Dalam kegiatan ini, pihak Prudential memang tidak bekerja sendiri. Melainkan, mereka juga merangkul kalangan muda yang memiliki passion terkait aktivitas edukasi, lewat jaringan relawan.

Itu dibenarkan juga oleh Nini Sumohandoyo yang tak lain adalah Corporate Marketing Communications Director Prudential Indonesia. "Semua ini memang tak lepas dari partisipasi adik-adik relawan. Mereka menunjukkan kepedulian mereka dengan cara luar biasa," ia menyanjung kalangan muda yang memang turut ambil bagian sebagai penggagas Taman Literasi. Hal senada juga diakui Sean Rach, Chief Marketing Officer Prudential Corporation Asia yang juga hadir di lokasi.

"Menyenangkan melihat anak-anak muda yang kreatif," kata Sean. 

Ya, Taman Literasi itu tak lepas dari keberadaan Prestasi Junior Indonesia yang dirangkul Prudential. Mereka bekerja sama, dan kerja sama itu juga ditularkan kepada anak-anak, pelajar Sekolah Dasar di Selong 4 dan SMK 15 Jakarta.

Aktivitas ini sejatinya memang bukan hal baru bagi Prudential. Sebab, menurut Paul Menduca, pihaknya memang menitikberatkan perhatian pada bagaimana memberikan efek manfaat kepada komunitas, termasuk anak-anak.

"Taman Literasi ini sendiri adalah salah satu program unggulan," kata Paul, yang juga menceritakan bagaimana pihaknya selama ini terus berusaha bekerja seraya mengedukasi. "Tak kurang dari 10.600 staf Prudential di seluruh dunia turut berpartisipaai membantu banyak komunitas di dunia," Paul menegaskan.

Terkait Taman Literasi ini sendiri, Paul yang berlatar belakang Eropa mengakui kekagumannya. Pasalnya, taman tersebut tak hanya sekadar menjadi tempat membuang waktu, tapi juga bisa menjadi wahana untuk edukasi.*

Share:
Posting Komentar

Arsip Blog

Artikel Apa yang Anda Ingin Diperbanyak di Situs Ini?