To Learn and Inspiring

Pengunjung

Jangan Baca Berita Pagi Ini

Membaca berita di pagi hari sering kali menjadi pilihan sebagian orang, terutama di perkotaan. Sebagian untuk mengikuti perkembangan kabar apa saja yang berkaitan dengan pekerjaan, selebihnya tak sedikit juga hanya sekadar agar tak terlihat ketinggalan berita.

Saya pribadi, dua berita paling sering saya akses adalah politik dan sepak bola. Saya kira, sebagian besar pria akan memilih dua berita itu, meskipun saya tak pernah melakukan penelitian khusus untuk ini. Setidaknya, sebagian besar teman-teman terdekat, mengakui dua hal itulah paling getol mereka kunyah persis bersamaan dengan mengunyah sarapan di pagi hari.

Tapi, bagaimana jika kita mencoba untuk sesekali meninggalkan kebiasaan membaca berita yang berisi hawa panas, entah tentang rivalitas antarpenggemar sepak bola atau persaingan kubu-kubu politik?

Sekilas mudah, tapi di sisi lain juga berat.

Mudah, karena memang untuk itu hanya diperlukan untuk tidak menyentuh koran atau membuka situs berita. Berat, karena rasa penasaran kerap kali bercokol di benak, dan terasa ada kehausan besar setiap kali luput mengikuti perkembangan berita tertentu.

Meski begitu, mempertimbangkan untuk sesekali keluar dari kebiasaan pagi yang "mewajibkan" untuk mengetahui segala berita, tak kalah penting.

Saya sendiri terbetik mempertimbangkan ini memang tak lepas setelah membaca-baca beberapa artikel, tak terkecuali di salah satu situs favorit saya sendiri, Lifehack, yang saya simak memang gencar menayangkan artikel-artikel penuh saran positif.

Salah satu yang menarik adalah artikel bertajuk How to Think Positive Every Day. Di sinilah saya temukan satu saran yang memang layak dipertimbangkan, terlepas kemudian diikuti atau tidak.

Menurut artikel itu, salah satu yang disarankan adalah alih-alih mengikuti obsesi untuk membaca berita, ada hal lebih penting yakni membaca bacaan lain yang diyakini dapat menguatkan atau memberikan gairah lebih positif.

Saran itu juga mengingatkan saya kepada beberapa tokoh dunia, tak terkecuali di dunia sepak bola. Tak sedikit yang memang enggan membaca berita, karena tak ingin terpengaruh negatif dengan berbagai pemberitaan; yang tak mengenakkan atau juga yang merusak ketenangan pikiran.

Jose Mourinho, sepanjang saya mengikuti sosok pelatih yang pernah menangani beberapa klub besar Eropa dari FC Internazionale, Real Madrid, Chelsea, hingga Manchester United itu, termasuk salah satu yang paling malas membaca berita.

Menurutnya, membaca berita tak terlalu penting, lantaran baginya fokus kepada apa yang menjadi konsentrasinya--yang sesuai dengan pekerjaannya--jauh lebih penting dari sekadar mengikuti berbagai perkembangan di luar hal yang tak berhubungan dengan dirinya.

Jika ingin mengkritisi, ya memang sikap yang diambil pelatih sepak bola dari Portugal itu memang masih sangat layak untuk dikritisi. Tapi jika kemudian mempertimbangkan untuk sesekali mengambil sikapnya pun juga bukan tak mungkin berdampak positif.

Atau jika ingin mengambil jalan tengah, silakan tetap mengikuti berita saban hari, namun pastikan hanya yang berhubungan dengan pekerjaan. Tidak sekadar mengikuti perasaan ingin tahu apa yang sedang terjadi.

Yang jelas, mengawali pagi kerap kali diyakini sebagai sesuatu paling menentukan bagi siapa pun, terkait bagaimana hari itu akan dihabiskan; dipenuhi hal-hal baik, atau tersuruk kepada hal-hal yang tidak baik. Intinya, apa yang dimasukkan ke dalam pikiran, tentunya akan membawa pengaruh besar atau pun sedikit; kepada apa yang akan kita lakukan hari ini.* (Sumber Gambar: Kraftofwriting.com)


Share:
Posting Komentar

Arsip Blog

Artikel Apa yang Anda Ingin Diperbanyak di Situs Ini?