dunia lain untuk bicara

08 Februari 2017

Tragis, Pencipta Lagu Bento Kini Terbaring Tak Berdaya


Di antara ribuan lagu yang pernah booming di negeri ini adalah "Bento". Lagu yang juga melekat dengan sosok Iwan Fals tersebut, lahir dari sosok Naniel Khusnul Yakin yang akrab disapa dengan Naniel. Hari ini, pencipta lagu terkenal itu terbaring sakit, sendirian, dan hanya bertempat tinggal di kontrakan sempit.

Prof. Abdul Hadi WM, salah satu tokoh nasional, berkunjung ke rumah Naniel pada Selasa 7 Februari 2017. Ia mengaku trenyuh melihat kondisi seniman tersebut.

"Sebetulnya bukan hanya sakitnya yang membuat kami prihatin. Rumah yang dihuni pun hanya gubuk kecil yang jauh dari layak," kata Prof Hadi. "Komunitas musik dan seni harusnya ada yang terpanggil untuk membantunya."

Sekembali dari rumah Naniel, Prof Hadi juga menayangkan catatannya dari kunjungan tersebut di status Facebook, dan menuai  reaksi dari ratusan orang.

Hingga tulisan ini dibuat, catatan yang lengkap dengan foto yang diunggah Prof Hadi belum menjadi viral. Menjadi satu isyarat, meski karya beliau "Bento" sangat terkenal, tapi sosok beliau terbilang masih asing bagi banyak orang.

Satu sisi tak heran, publik lebih mengenal lagu Bento sebagai ikon dari grup musik Swami, Kantata Takwa, dan Iwan Fals sendiri. Namun jarang yang mengetahui keberadaan Naniel sebagai figur di balik terciptanya lagu itu.

Situasi terkini dihadapi Naniel pun tak lepas dari fakta kurangnya perhatian publik kepada seniman yang pernah menginspirasi lewat lagu ciptaannya tersebut. Walaupun tak dapat dibilang sama sekali tak ada. Pasalnya per 2016 lalu, salah satu seleb nasional, Deddy Corbuzier, sempat mengunjungi kediaman Naniel bersama Forum Wartawan Hiburan.

Tampaknya Naniel sendiri memang tak ingin merepotkan orang-orang, terlepas kehadiran lagu sekelas Bento pernah menjadi fenomena dan masih dinikmati khalayak hingga kini. Bahkan di kalangan pemusik, karyanya tersebut menjadi salah satu karya abadi.

Namun dari dulu Naniel tak ingin melihat dirinya secara berlebihan, dan menolak berbangga dengan reputasi Bento yang mampu menghipnotis pecinta musik nasional.

Bahkan dalam salah satu wawancara, dia pernah menegaskan tak ada yang harus dibanggakan secara berlebihan dari sebuah karya.

"Memang kenapa dengan lagu Bento?" kata dia, merendah.

Meski banyak kalangan menyebut bahwa dengan karyanya itu semestinya ia bisa hidup makmur, namun Naniel sendiri tidaklah menjadikan itu sebagai sesuatu yang harus selalu diukur dengan uang.

Baginya, terlepas seberapa berhasil sebuah karya, tapi uang bukan segalanya.

"Aku sudah merasa kaya," kata dia, sekali waktu. "Kalau kemudian lagu Bento sering dinyanyikan di rumah-rumah karaoke dan juga begitu banyak grup band menyanyikan lagu Bento, artinya aku sudah memberikan makan untuk mereka semuanya."

Tampaknya itu juga yang membuat Prof Hadi menjadi salah satu yang terpanggil untuk menjenguk Naniel, termasuk istri beliau, Atiek Tedjawati Koentjoro. "Fisiknya (seperti) kelihatan sehat, kecuali kaki," Bu Atiek bercerita. "Kata Nini, istrinya, ia harus kontrol juga untuk darah tinggi dan lain-lainnya. Dia senyum terus, gembira, apalagi kalau teman-teman nyambangi."

Gayatri Muthari, putri Prof Hadi, turut menceritakan situasi Naniel terkini. "Di rumahnya kursi pun tidak ada, dan dalam keadaan tidak layak huni," katanya.

Terkait kondisi itu, tahun lalu Deddy Corbuzier termasuk seleb yang pernah menjanjikan untuk memperjuangkan nasib Naniel.

Seperti dilansir Okezone, Deddy sempat berencana untuk mengangkat figur Naniel di acara TV yang dibidaninya, Hitam Putih.

"Saya akan perjuangkan dan akan bicara dengan para produser," kata Deddy tahun lalu. "Supaya tak ada lagi Naniel lain yang  punya karya tapi harus terkubur tanpa bisa menikmatinya."

KOMPAS.com per 2016 pun pernah menurunkan berita bertajuk Salah Satu Pencipta Lagu Bento Naniel C. Yakin Tinggal di Rumah Petak  Kontrakan. Namun hingga kini pengaruh berita tersebut tak terlihat dampak langsung ke figur seniman tersebut.

Ia menjadi tak berdaya hingga kini memang tak lepas dari kecelakaan yang dialaminya sekitar Oktober 2015 di Warung Apresiasi Bulungan, yang membuat kakinya patah. Sebelumnya dia sempat berdomisili di Surabaya dan tinggal di kamar indekos, bersama anak keduanya.

Sedangkan kini, ia menetap di Bintaro bersama istrinya, Nani Widowati. Mereka menepat di Sektor 9 Bintaro, Pondok Pucung.

Sayangnya, hingga kini, Naniel masih sendiri menghabiskan waktu dalam kondisi tidak berdaya. Meski dalam kesendirian di tengah gegap gempita dunia seni dan hiburan Nusantara, ia hanya dapat bersyukur masih memiliki istri yang setia menemaninya saat  banyak kawannya dan para penikmat karyanya bahkan ada yang tidak tahu bagaimana nasibnya.* (Sumber Foto: Prof Abdul Hadi WM)

Posting Komentar
Adbox