dunia lain untuk bicara

10 Februari 2017

Sadisnya Wikipedia, Posisikan Daily Mail yang Berusia 120 Tahun Setara Media Hoax


Memasuki pekan kedua Februari 2016 sebuah berita dimuat The Guardian mengejutkan pengguna internet, terutama yang akrab dengan media asal London, Daily Mail. Pasalnya, meski Daily Mail memiliki reputasi di dunia pemberitaan internasional, namun Wikipedia justru memasukkan media tersebut ke dalam daftar tak dapat dipercaya.

Eksesnya dapat ditebak, Daily Mail tak lagi dapat dijadikan sebagai referensi jika mengisi lama ensiklopedia berbasis web tersebut.

Selidik punya selidik, keputusan Wikipedia melakukan "ban" atas Daily Mail tak lepas dari penilaian bahwa media asal London tersebut acap kali menayangkan berita-berita sensasional.

“Centred on the Daily Mail’s reputation for poor fact checking, sensationalism and flat-out fabrication," alasan pihak Wikipedia melarang Daily Mail sebagai referensi bagi siapa pun yang mengisi lama mereka.

Tapi ini pun bukan keputusan yang dibuat dengan cepat. Menurut The Guardian, para editor Wikipedia yang berasal dari lintas-negara justru sudah membincangkan rencana tersebut sejak 2015 lalu.

Setelah perdebatan panjang, barulah mereka bersepakat bahwa Daily Mail tak dapat lagi dijadikan sebagai referensi, terutama jika memang ada sumber lain yang lebih dapat dipercaya.

Sejauh ini, larangan itu baru berlaku hanya untuk Wikipedia berbahasa Inggris, dan belum ada kabar apakah di Wiki berbahasa lain diperkenankan atau tidak.

Selain itu, dalam proses pengambilan keputusan melarang Daily Mail sebagai referensi itu pun sempat tidak disetujui oleh sebagian editor Wikipedia.

Tapi, dari diskusi panjang yang mereka lakukan, dukungan untuk melarang Daily Mail sebagai sumber dalam  penulisan konten mereka jauh lebih kuat. Walhasil, Wikipedia berbahasa Inggris dipastikan tak lagi menjadikan media yang  telah berusia 120 tahun itu sebagai referensi.

Tak hanya Daily Mail versi cetak yang berbentuk tabloid, larangan itu juga berlaku untuk versi online, dailymail.co.uk.

Patut dicatat, di Inggris sendiri, Daily Mail terkenal sebagai media yang sangat diminati dengan oplah mencapai 1,4 juta juta per Desember 2016.

Di samping itu, Daily Mail juga telah menjadi media sangat disegani. Bagaimana tidak, mereka mampu eksis dalam waktu sangat lama, lantaran telah berdiri sejak 4 Mei 1896. Saat media-media lain, terutama versi cetak telah memasuki senjakala, mereka masih mampu merangsek tempat di kalangan pembaca lintas-generasi.
Daily Mail di masa lalu - Gbr: Daily Mail

Sementara Wikipedia sendiri baru di-set up pada 2001 dan digagas oleh Jimmy Wales dan Larry Sanger, hingga ensiklopedi tersebut menjadi salah satu situs terpopuler di dunia.

Terlepas satu sisi ada kesan "anak kemarin sore" menantang moyangnya media, namun setidaknya Wikipedia telah menunjukkan  sebuah ketegasan atas pentingnya keakuratan dan keberimbangan sebuah media.

“Wikipedia articles should be based on reliable, published, sources, making sure that all majority and significant  minority views that have appeared in those sources are covered ... If no reliable sources can be found on a topic, Wikipedia should not have an article on it.”

Dan, mereka bersikukuh dengan prinsip tersebut, hingga media sekelas Daily Mail pun tak luput dari pisau kebijakan mereka.

Paling tidak, Wikipedia berbahasa Inggris tersebut telah menunjukkan sebuah pelajaran penting di tengah arus deras berita-berita yang sulit dipercaya alias hoax. Tak peduli reputasi atau nama besar sebuah media, sepanjang mereka menunjukkan gelagat tidak baik dan tak dapat dipercaya, maka mereka harus menunjukkan sikap tegas.

Terpenting lagi, Wikipedia berbahasa Inggris itu telah menunjukkan sebuah pelajaran penting bagi kalangan media ataupun konsumen  media, kebenaran jauh lebih penting dibandingkan hanya sekadar terkagum-kagum pada sebuah nama besar.*
Posting Komentar
Adbox