dunia lain untuk bicara

08 Januari 2017

Clair Marie: Petualang Cantik Penakluk Tempat Ekstrim Dunia


Di seluruh dunia hanya ada 50 atlet olahraga BASE Jumping dari kalangan perempuan. Clair Marie (27 tahun), adalah salah satu dari yang sedikit itu. Sosok ini saya buru, lantaran kebutuhan media tempat saya bekerja, koran TopSkor, hingga mendapatkan segala cerita darinya.

Menurut ceritanya, dalam usia empat tahun sudah dikenalkan dengan ski, usia 13 menjajalnya di atas salju, saat 16 tahun merambah hingga berbagai olahraga lebih ekstrim seperti melompat dari udara, mendaki tebing terjal, hingga bersepeda di sisi jurang dengan ancaman nyawa yang bisa melayang kapan saja.

Kini dia berkonsentrasi pada BASE Jumping lantaran medan yang ditaklukkan adalah Building, Antenna, Span, and Earth (BASE) dengan mendaki hingga melompat di udara (skydiving), membuat dia terkenal dengan julukan BASE Girl.

Selama ini, gadis asal California, Amerika Serikat, ini telah menjadikan banyak negara sasaran destinasinya bersama anggota kelompoknya. Sebagian juga direkam olehnya via situs pribadinya, Basegirl.com.

“Norwegia, Jerman, Swiss, Meksiko, Cina, Malaysia, dan Thailand, menjadi negara-negara yang sudah kami kunjungi dan jadikan destinasi untuk melakukan aktivitas jumping tersebut,” kata dia, yang juga rajin mengunggah aksinya ke YouTube (Clair Marie-BASE Girl) hingga Instagram (@basegirl).

Dari seluruh tempat itu, salah satu yang paling menantang menurutnya adalah saat mendaki tebing setinggi 4 ribu kaki di Norwegia,  termasuk menjajal menara kembar di Kuala Lumpur hingga jembatan kaca di atas tebing di Cina.


“Sebenarnya tidak ada yang tidak berkesan dari semua yang pernah kami lakoni, karena semua pasti mengesankan dan semua istimewa,” kata dia saat saya mengontaknya.

Terutama lokasi yang dijajal olehnya di Norwegia memang terkenal sebagai tebing yang sangat curam, dan kerap menjadi sasaran penggila olahraga ekstrim. Acap kali mereka yang beraksi di sana mengalami berbagai pengalaman menakutkan, termasuk seorang base jumper sekelas Richard Henriksen nyaris tewas di lokasi itu. Padahal Richard saat itu hanya menjalankan aksi sebagai stuntman untuk acara NRK TV.

Bagaimana dengan Marie? Apakah dengan jam terbangnya sebegitu panjang, pernah mengalami cedera serius atau yang membahayakannya, dia tegas-tegas mengatakan tidak.

Hal itu, menurutnya, karena timnya sudah mengkalkulasi berbagai kemungkinan, memikirkan segala persiapan sebelum menjalani satu aksi. Sebab, keberanian saja tidak cukup. Ia harus memastikan dulu, bahwa aksinya aman.“Itulah kenapa saya merasa beruntung karena tak pernah menjadi korban cedera serius,” katanya, semringah.

“Seperti yang lainnya, saya mengkalkulasi dan memikirkan semua lebih dulu sebelum melakukan satu aksi, dan memastikan sebisa mungkin bahwa saya akan aman. Selama hampir 12 tahun beraksi, (selain keberanian) saya menekankan untuk menyikapi dengan kecerdasan dalam berhitung atas semua risiko,” ceritanya. (Sumber Foto: Clair Marie)*
Posting Komentar
Adbox