To Learn and Inspiring

Pengunjung

Instagram Anak Korban Pembantaian di Pulomas Punya Cerita


Hari Selasa 27 Desember 2016 muncul berita menghebohkan di Jakarta Timur. Enam orang tewas dalam peristiwa pembunuhan sadis di sebuah rumah mewah di Pulomas, Jakarta Timur.
Mereka dibunuh secara sadis oleh pelaku yang belum teridentifikasi.

Di antara korban tewas dalam pembunuhan itu adalah pemilik rumah bernama Dodi Triono yang berusia 59 tahun berikut dua putrinya: Diona Arika Andra Putri (16) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9).

Tak hanya Dodi dan anaknya, melainkan salah satu teman anaknya bernama Amel yang diketahui sebagai sahabat Dianita turut terbunuh. Tak terkecuali dua orang supir bernama Yanto dan Tasrok.

Keberadaan media sosial seperti Instagram akhirnya turut membantu memperlihatkan seperti apakah keluarga yang terbantai tersebut.

Sebut saja akun salah satu korban yang masih berusia sembilan tahun, Dianita @dianitagemma. Akun bocah tersebut dalam waktu singkat mendapatkan follower hingga ribuan.

Namun sebagian besar terlihat hanya ingin menunjukkan rasa belasungkawa, yang membanjiri ruang komentar di bawah foto-foto Dianita sekeluarga.

Apalagi memang di akun tersebut terlihat seperti apa keakraban dan kebahagiaan keluarga. Di antaranya Dianita dan kakak-kakaknya memakai kebaya.

Satu benang merah yang menonjol dari akun tersebut adalah; keluarga tersebut memang berasal dari keluarga papan atas.

Itu dapat dilihat dari foto-foto isi rumah yang terpampang di berbagai foto. Tak terkecuali dari jejeran boneka yang disinyalir adalah milik Dianita, dipastikan berharga mahal
dengan taksiran Rp 400-1jutaan.

Hal lain yang juga dapat terbaca dari akun bocah perempuan usia sembilan tahun itu adalah mereka tidak memiliki ibu. Dan, dari penelusuran kalangan pers, diketahui memang ayah Dianita sudah bercerai dari istrinya dan selama ini hidup bersama istri mudanya.

Dodi, kepala keluarga dan korban - Gbr: IG
Kesaksian

Rumah yang menjadi sasaran pembantaian sekeluarga itu berada di Jalan Pulomas Utara No 7A,  Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur. Di antara yang sempat turut masuk ke dalam rumah tersebut adalah Ketua RW setempat yang bernama Gani.

Sosok Ketua RW itu bercerita proses dirinya dengan beberapa penduduk mendobrak kamar mandi yang hanya berukuran sekitar 1,5 x 1,5 meter, dan berisikan 11 korban di mana enam orang di antaranya tewas.

"Saya setengah 10 pagi ini--masuk ke rumah--karena baru ketahuan," kata Gani.

Menurut dia, ada kemungkinan kejadian pembantaian itu sendiri berlangsung di kisaran  jam 3 pagi. Dia juga mengakui, saat mendobrak kamar mandi berisikan 11 orang terlihat air keran dibuka. Dia pun sempat kesulitan membukanya karena pintu yang sangat tebal.

"Akhirnya saya pakai godam," kata Gani lebih jauh.Dari sanalah dia dapat melihat semua korban yang ditumpuk di kamar mandi yang terbilang sangat sempit untuk 11 orang tersebut.

Gani juga mengatakan Dodi yang menjadi korban itu sendiri di kawasan itu juga dipercayakan penduduk setempat sebagai Ketua RT 12.  Bahkan diketahui bahwa Dodi tercatat sebagai Ketua RT terkada se-Jakarta Timur.

Sedangkan ketika pihaknya mendobrak dan melihat korban di kamar mandi, Dodi sendiri hanya memakai celana pendek dan kaus dalam kondisi sudah tak bernyawa lagi.

"Saya lihat anaknya perempuan, Viona, ada darah semua, ditelanjangin, darah semua," ujar Gani.  "(Semua korban) ditumpuk di kamar mandi, airnya dihidupkan, dibongkar, pintu itu dikunci," kata dia.

Awalnya, kata Gani, dia menggunakan linggis namun kesulitan. "Nggak bisa (karena) pintunya tebal sekali, (jadinya) saya pake godam. Engsel diputusin."

Kelima korban yang hanya mengalami luka, segera diboyong ke rumah sakit. Para korban yang selamat dalam aksi keji itu adalah  Emi (41 tahun), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22) alamat Lengkong, Sukabumi (pembantu), Fitriani (23) yang berasal dari Kebumen,  dan juga Windy (23) yang beralamat di Banjarnegara yang belakangan diketahui sebagai asisten rumah tangga.

Hingga tulisan ini diturunkan, belum ada kejelasan dari pihak kepolisian terkait petunjuk atas siapa yang menjadi pelaku dari aksi itu.* (Sumber Foto: IG @dianitagemma) 
Share:
Posting Komentar

Artikel Apa yang Anda Ingin Diperbanyak di Situs Ini?