dunia lain untuk bicara

25 Desember 2016

Alhamdulilllah, Erdogan Mau Ucapkan Selamat Natal

Sebagai Muslim, saya harus berterus terang bahwa sangat banyak yang seagama dengan saya yang mendefinisikan kesalehan itu dari kadar kecerewetan; makin cerewet seseorang dinilai makin saleh. Kok bisa? Ya, karena memang faktanya dari bungkusnya terlihat saleh, mereka makin usil, termasuk saat ada muslim yang memilih mengucapkan Selamat Natal. Syukurlah, Recep Tayyip Erdogan dari Turki sudah bersedia mengucapkan kalimat itu.

Lah, apa urusannya dengan Erdogan?

Ya, adalah urusannya. Dia itu terkenal memiliki fanmania luar biasa di Indonesia. Pernah sekali waktu, jika Anda memilih mengkritik presiden Turki itu, Anda dapat saja dalam waktu cepat dicap kurang beriman atau bahkan dituding kafir! Itu fakta.

Saat itu, jika Anda di negeri ini, Indonesia, menghina presiden sendiri maka akan dipuji luar biasa oleh mereka itu.Tapi jika nekat untuk menghina Erdogan, Anda akan mendapatkan murka luar biasa dari kalangan tersebut.

Kok murka?

Kan, kata murka itu hanya tepat dilekatkan pada kemarahan orang-orang seperti kalangan raja, atau pada Tuhan. Misal, seperti disebut dalam cerita dongeng, "Maka raja pun murka..." atau dalam bacaan berbau agama, " Maka tunggulah murka Tuhan..." Kok kemarahan mereka juga disebut murka?

Ya iyalah, mereka itu memang sering kali melakukan kudeta pada Tuhan. Merebut hak-hak Tuhan, semisal menentukan mana yang beriman dan mana yang tak beriman, mana yang dekat dengan Tuhan dan mana yang tidak. Hanya berdasarkan klaim dan vonis mereka.

Itu menjadi bagian ciri dari fan Erdogan di negeri ini.

Lantas apa hubungan dengan ucapan selamat Natal?

Ya adalah hubungannya. Itu sejenis hubungan cinta, di mana yang jatuh cinta takkan rela yang dicintainya dicubit atau dikritik. Karena mencubitnya dianggap dosa, dan mengkritiknya dianggap akan membuat Tuhan marah.

Anda tahu sendirilah, bagaimana para pecinta Erdogan itu teramat sangat menggilainya. Juga Anda mungkin tahulah salah satu ciri  mereka, takkan mau memperlihatkan apa pun yang mereka nilai menghormati umat Nasrani. Menurut mereka, itu merupakan hal yang membuat Tuhan tersinggung, marah, dan bisa bikin Anda masuk neraka.

Jika Anda mengucapkan selamat Natal, akan ada saja yang menuding Anda sebagai orang yang sudah menggadaikan akidah,  menggadaikan iman, kehilangan iman, dan berbagai stempel yang bikin Anda sakit gigi saking ngilu Anda mendengarnya.

Sekarang Erdogan sendiri yang mengucapkan kalimat itu. "Saya mengucapkan selamat Natal untuk warga Kristen Turki dan umar Kristen di seluruh dunia," katanya.

Sejujurnya, saya menyukai itu sebagai sesama Muslim. Artinya, dia sudah membuka dirinya, tak lagi menuruti pengikutnya yang ada di negeri tempat saya berada, Indonesia.

"Saya berharap peringatan Natal yang dirayakan umat Kristen dari berbagai sekte, tradisi, dan gereja akan memberi kontribusi bagi pengembangan solidaritas masyarakat," ucap Erdogan, seperti dilansir Kompas Dot Com, Minggu 25 Desember 2016.

Apa perlunya ucapan dari presiden Turki itu? Apakah umat Nasrani membutuhkan itu?

Ya tidaklah. Umat Nasrani tak membutuhkan itu, yang membutuhkannya hanyalah pecinta Erdogan yang belum tersalurkan untuk berganti kewarganegaraan menjadi warga negara Turki. Mereka yang baru bisa menyalurkan kecintaan itu dengan menonton film-film impor dari Turki. Mereka membutuhkan ucapan dari Erdogan itu, setidaknya agar mereka mendapatkan kacamata baru.

Kacamata seperti apa? Ya kacamata yang bisa memperlihatkan sesuatu yang apa adanya dan yang lebih bermanfaat; bahwa dengan agama apa pun, manusia tetaplah ciptaan Tuhan yang sama sempurna. Dengan agama apa saja, mereka tetap pantas dihormati sebagai manusia, sebagai ciptaan-Nya.

Bahwa, kalaupun ada yang harus dibenci, maka yang perlu dibenci hanyalah kebiasaan menganggap melecehkan mereka yang berbeda agama sebagai hal yang disukai Tuhan. Bukan membenci sesama manusia, apalagi menjadikan agama sebagai alasan untuk membenci.* (Sumber Gambar: AFP)
Posting Komentar
Adbox