To Learn and Inspiring

Pengunjung

Payudara Malinda Dee yang Menumpahkan Air Mata

Ini cerita soal payudara. Yang konon justru dimiliki oleh perempuan yang mengerat uang yang bukan miliknya. Jarang mencuci di rumah, namun cerdas mencuci uang (baca: pencucian uang). Berkulit terang, namun menggelapkan uang.

Tetapi bukan cerita sekadar soal payudara. Apalagi kalau hanya menyederhanakannya dengan mengaitkan dengan mata hijau lelaki--entah karena lelaki memiliki selera 'besar. Sebab, ini benar-benar tidak sederhana.

Ada tato di payudara itu. Bukan bergambar bunga seperti halnya yang digemari banyak perempuan. Bukan juga kalajengking untuk menakut-nakuti lelaki agar tidak macam-macam dengan payudara itu. Tato itu bertulis angka enam belas miliar. Angka yang benar-benar membuat jutaan rakyat di negeri ini harus 'melihat' ke payudara itu.

Benar-benar tidak sederhana. Sebab, dari cerita payudara ini diikuti cerita lebih lanjut berkait dengan Jamkesmas. Sebuah program yang diadakan penguasa di negeri ini untuk sedikit lebih legakan rakyatnya. Mungkin sebelumnya berharap, ketika rakyat lega, mereka tidak akan terpikir untuk mengambil gergaji dan memotong kaki kursi mereka.

Entah polisi hari ini adalah kumpulan mata keranjang yang terbius dengan ukuran payudara. Sampai, jatah rakyat pun dengan terang-terangan disodorkan--lagi--hanya untuk kepentingan payudara itu.

Sedang saya, mungkin akan disebut sebagai salah satu rakyat yang berlebihan karena menangisi payudara itu!












Share:
Posting Komentar

Artikel Apa yang Anda Ingin Diperbanyak di Situs Ini?