dunia lain untuk bicara

14 Juni 2011

Dora, Pahlawan Berjenis Kelamin Perempuan

Bertubuh ringkih dengan gurat wajah kuyu. Ia terbaring di rumah sakit, berharap kesembuhan datang. Menjadi tulang punggung keluarga dilakoni perempuan berusia dua puluh lima tahun itu. Syahdan menarik ojek dengan cara menyamar sebagai lelaki pun dilakoninya. Dilakukan karena berharap bisa membantu keluarga yang terpasung oleh kemiskinan. Ia bernama Dora Indriyanti Tri Murni.

Von Willebrand, nama jenis penyakit yang diduga diidap oleh gadis tersebut. Penyakit yang membuatnya harus berhenti sementara menjalankan peran sebagai pahlawan untuk 2 adiknya, sekaligus juga orang tuanya.

Gadis asal Padang, Sumatra Barat tersebut layak disebut pahlawan. Betapa tidak, terlahir sebagai perempuan tidak dijadikan alasan olehnya untuk menjalani hidup yang terkadang terlihat tidak ramah. Ia menunjukkan dengan lakonnya, hidup bukan soal apakah ia lelaki atau perempuan. Namun, ia pampangkan dengan tegas bahwa hidup adalah cerita tentang keberanian mengambil peran.
Maka, perempuan muda ini tidak sungkan jalankan perannya. Dari menjadi sekuriti di gardu pembangkit listrik di Pauh, Padang sampai menjadi tukang ojek dan petugas kebersihan ia lakukan.

Ia gadis yang berani melawan kecenderungan umum yang kerap menghinggapi perempuan muda. Tidak ada cerita soal keinginan muluk menjadi seorang perempuan dielu-elukan lawan jenisnya. Meski secara fisik, gadis ini terhitung berwajah cukup manis. Ia hanya peduli pada pendidikannya yang selama ini ditempuh di Universitas Bung Hatta, Padang dan kedua adiknya.

Penyakit yang membuat tubuhnya terus menerus mengeluarkan darah, sampai vonis dokter yang menyebut tidak ada cerita sembuh untuk penyakitnya. Hal itu tidak mematikan cahaya harapan yang mencuat dari kedua matanya. Tak pelak, berbagai media nasional mengangkat cerita tentangnya. Bahkan beberapa televisi mengangkat tayangan khusus tentang dia. 

Disebutkan, selama ini ia memang dikenal sebagai perempuan tangguh. Menyukai olah raga beladiri, Taekwondo dan pernah menjajaki untuk masuk di kemiliteran. Apa boleh buat, semangat yang membuncah dari si upik ini harus dihentikan oleh penyakit yang tergolong langka tersebut. Mungkin ini cara Tuhan untuk ia tidak terlalu larut dengan kelelahannya. 

Setidaknya, penyakitnya itu juga yang sudah membuka sekian juta mata rakyat di negeri ini. Betapa, di salah satu sudut pulau Sumatra, masih ada seorang gadis yang dengan gigih berani bertarung dengan ketidakramahan hidup. Keberanian yang mengundang decak kagum tokoh-tokoh nasional. Sampai-sampai Menteri Agama, Suryadharma Ali menyatakan kekagumannya terang-terangan pada gadis ini.

Saat ini, Dora masih terbaring di ruang perawatan Lantai 8 Gedung A RS Cipto Mangunkusumo. Semoga saja Tuhan berikan mukjizat untuk kesembuhan pahlawan inspiratif tersebut.
Posting Komentar
Adbox